"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, dengan mengingat sebanyak-banyaknya, dan bertasbilah kepadaNya pada waktu pagi dan petang. " ( QS 33: 41-42 )
Dari ayat diatas Allah mengingatkan kita sebagai hambaNya yang beriman, untuk selalu meluangkan waktu mengingatNya, yakni dengan dzikir. Pengertian Dzikir adalah setiap ketaatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla. Said bin Jubair berkata :"Setiap orang yang melakukan ketaatan kepada Allah berarti berdzikir kepada Allah Ta`ala. Ibul Qoyyim berkata :"Dzikir kadang-kadang dilakukan dengan lidah dan hati dan itulah dzikir yang paling utama. Dzikir kadang-kadang dilakukan dengan hati saja, dan itulah tingkatan kedua. Dan kadang-kadang juga dilakukan dengan lidah dan itulah tingkatan yang ketiga. Jadi dzikir yang paling utama adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lidah bersama-sama. Hanya saja dzikir denga hati saja lebih utama daripada dzikir dengan lidah saja, karena dzikir dengan hati akan menghasilkan ma`rifat/ pengenalan, membangkitkan cinta, menimbulkan sifat malu,mendorong untuk selalu diawasi Allah dan menlenyapkan kelalaian dalam melakukan ketaatan dan memandang rendah kemaksiatan dan kesalahan. Sedangkan dzikir hanya dengan lidah tidak membawa dampak apa-apa. Walaupun membawa hasil, tapi hasilnya sangat lemah.
Sedangkan Al-Ma`tsurat adalah kumpulan wirid yang terdiri dari ayat-ayat pilihan dan lafal-lafal dari hadist Rasulullah saw. yang biasa beliau amalkan dalam wiridnya. Dinamakan Al-Ma`tsurat, karena memang semua yang ada dalam kumpulan wirid ini dituntunkan oleh Rasulullah saw. Kata "ma`tsur" sendiri artinya yang dituntunkan (ada riwayatnya) dari Rasululah saw. Membaca wirid merupakan salah satu sarana dzikir (mengingatAllah ) di samping sarana-sarana yang lain.
Setiap mukmin harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap kesempatan. Dzikir kepada Allah setiap saat juga merupakan karakter ulul albab ( orang-orang yang berakal). Allah berfirman, " Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam kedaan berbaring...." (QS 3 : 191)
Dalam hadist berikut, cukuplah untuk menjelaskan keutamaan berdzikir dan para pelakunya:Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman, "Aku ada pada persangkaan hambaKu kepadaKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya, Aku akan menyebutnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam sebuah jama`ah, Aku akan menyebutnya di dalam jama`ah yang lebih baik dari mereka." ( Muttafaq `alaih)
Beberapa contoh do`a ma`tsur yang dibaca Rasulullah saw. "Diriwayatakan oleh Ad-Darami dan Al-Baihaqi asy-Syu`ab dari Ibnu Mas`ud ra.bahwa dia berkata,"Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surah Al-Baqarah di permulaan siang, maka ia tidak akan didekati oleh setan sampai sore. Dan jika membacanya sore hari, maka ia tidak akan didekati setan oleh setan sampia pagi dan ia tidak akan melihat sesuatu yang dibenci pada keluarga dan hartanya".
Dari Abu Hurairah ra. berkata,"Rasulullah saw. tatkala pagi hari selalu membaca:"asbahna waasbahal mulku lillahi walhamdu lillahi laa syariikalah. Laa ilaaha illaa huwa wailaihinnusyuur. dan tatkala sore berkata: amsaina waamsal mulku lillah...(Hadist riwayat Ibnu Sunni dan Al-Bazzar. Al-baihaqi berkata,"Hadist ini sanadnya baik.")
Dari Abu Darda` ra. berkata, Rasulullah saw.bersabda,"barangsiapa membaca shalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepulu kali ketika sore, maka ia akan memperoleh syafa`atku pada hari Kiamat."( HR.Thabrani )
Adab Berdzikir
Yang dimaksud dzikir di sini bukanlah sebatas dzikir ucapan saja, tetapi taubat itu merupakan dzikir, tafakur, menuntut ilmu dan mencari rizeki-jika niatnya baik-juga termasuk dzikir. Orang yang berdzikir itu harus ada bekas dan pengaruhnya dalam hati, dengan cara menjaga adab-adabnya. Karena kalau tidak, dzikir hanyalah berupa kata-kata yang terucap tanpa punya makna dan pengaruh. Yang terpenting dan paling utama yang patutdijaga dan diperhatikan dalam berdzikir adalah:
1. Khusyu`, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain. Sesuai firman Allah, "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." (QS 7: 205 )
3. Sesuai dengan jamaah ( irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah.Usahakan tidak mendahului, terlambat atau mengungguli bacaan mereka.
4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tempat-tempat yang yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai. Hal ini dimaksudkan agar semakin menambah pengkristalan iradah, kejernihan hati, dan ketulusan niat.
5. Mengakhiri dengan penuh khusyu` dan adab dan menjauhi kesalahan dan mai-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.
Jika seseorang memperhatikan adab dan tata krama ini, niscaya ia kan mengambil manfaat dari apa yang telah ia baca atau akan menjumpai pengaruh dan kelezatan dalam hatinya, mengais cahaya untuk ruhaninya dan kelapangan dalam dadanya dengan limpahan rahmat dari Allah swt, insyaAllah.
Manfaat dzikir dan do'a ma'tsurat
a) Selalu ingat dan berkomunikasi dengan Allah swt"Maka ingatlah kepadaKu, Akupun akan ingat kepadamu ". (QS 2:152)
b) Dilindungi dari bahaya
c) Dijaga dari tipu daya syetan
d) Dihapuskannya kesalahan".....laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."(QS. 33: 35 )
e) Ditingkatkannya derajat
f) Meneguhkan dan menentramkan hati
g) Memancarkan cahaya kewibawaan
h) Investasi (tabungan) akhirat Semoga Allah swt, memberikan kita taufiq agar mudah kita mengamalkan apa-apa yang baik, yang sumbernya dari al-Qur`anul Karim dan Teladan kita yang mulia, Rasulullah saw. Wallahu`alam bish-showab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar