Kamis, 22 Januari 2009

DPRa PKS Sukadamai Intensifkan 'Serangan Darat'


SUKADAMAI -- Rabu malam makin kelam. Selesai pengajian rutin bersama teman-teman di Sukadamai, Sudirman, S.Hut memimpin 'serangan darat'. Sekalipun hujan rintik membasahi Sukadami-Tanahsareal dan sekitarnya, tidak menyurutkan Tim Pemasangan atribut DPRa Sukadamai untuk tetap memasang atribut PKS. "Kita kan sudah sepakat pekan lalu, selesai pengajian kita langsung pasang bendera dan banner di RW 10. Jadi, kita tetap bergerak malam ini" jelas Sudirman, Ketua DPRa PKS Sukadamai.

Bersama Tim Pemasangan Atribut, tampak turun langsung Agus Supriadi (Sekretaris DPRa PKS Sukadamai), Arif Rahmanullah (Sekretaris DPC PKS Tanah Sareal), Iwan Karmawan (Wakil Bendahara DPC PKS Tanah Sarael), dan tak ketinggalan Karnain Asyhar, SP (Caleg No 2 PKS Dapil Tanahsareal DPRD Kota Bogor). "Sinergi dan kekompakan antara pengurus ranting, kecamatan, kader dan keterlibatan langsung Caleg dalam aksi di lapangan untuk pemenangan PKS pada Pemilu 2009 adalah konsekuensi yang harus di pikul bersama" tandas Karnain.

Kamis, 15 Januari 2009

Qarnaina Bertekad Tekan KDRT

CIMAHPAR - Banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tidak terkuak karena korban enggan melapor pada polisi, membuat beberapa aktivis perempuan bergabung dan mendirikan LSM yang peduli pada permasalahan perempuan dan anak, yaitu Qarnaina.

Qarnaina terdiri dari dua divisi, yakni divisi anak dan perempuan. Untuk divisi anak, Qarnaina membuka penitipan bayi dan balita, yang memiliki tenaga pengasuh sekaligus pendidik yang dibekali pelatihan khusus. Mereka mendidik anak dengan golden ages atau anak berusia antara satu sampai lima tahun saat pertumbuhan sel otaknya mengalami perkembangan paling pesat.

"Para aktivis perempuan dengan keahlian khusus seperti psikolog anak, dokter anak dan pendidik Islami serta ahli boga, kita satukan di Rumah Sahabat untuk memberikan perhatian pada anak-anak yang membutuhkan," ujar Ketua Qarnaina Wahyu Widati Shahrir saat acara pembukaan Rumah Sahabat Qarnaina di Cimahpar, kemarin.

Sementara untuk perempuan, Qarnaina membuka konsultasi khusus masalah keluarga, baik dari aspek hukum, psikologis, medis dan agama Islam. Bukan hanya masalah KDRT, tapi juga masalah perkawinan, waris, hak perlindungan anak dan trafficking.

"Kita berharap keberadaan Qarnaina bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah masyarakat dan bisa meningkatkan pemberdayaan perempuan. Soalnya, di sini juga menjadi tempat para perempuan bertukar pikiran dan mengembangkan potensinya, sehingga angka KDRT akan berkurang karena wanita memiliki keberanian untuk menentukan sikap," tandasnya. (rit) http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjUwODg=&click=NQ==

Gigih dan Kerja Keras, Kunci Sukses


Setiap tantangan dan rintangan akan dapat dilalui dengan kegigihan, kerja keras, kesungguhan, dan totalitas pengorbanan.

Senin, 12 Januari 2009

Banyak Caleg Langgar Perda No 8 Tahun 2006

Bantarjati – Camat Bogor Utara Dody Ahdiat kewalahan menertibkan baliho partai politik (Parpol) dan gambar calon legislatif yang menempel di berbagai sudut wilayah Bogor Utara, terutama di pohon-pohon Jalan Raya Bangbarung. Di sepanjang jalan ini, ratusan gambar parpol dan caleg berjejer menempel di pohon palem dan pohon lainnya.

Padahal, kata Dody, sudah jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum. Disebutkan dalam Pasal 6 hurup h, setiap orang dan atau badan dilarang menempelkan selebaran, poster, slogan, pamflet, kain bendera atau kain bergambar, spanduk dan sejenisnya pada pohon, rambu-rambu lalulintas, lampu penerangan jalan, taman rekreasi, telepon umum dan pipa air, kecuali diizinkan walikota.

“Dalam penempelan gambar atau bendera sudah ada aturannya, tapi ini banyak dilanggar. Kita pun kewalahan menertibkannya,” kata Dody.

Sanksi bagi pelanggar pun sudah diatur dalam Perda tersebut, yaitu pada Bab VII yang mengatur ketentuan pidana pasal 30, yang menyebutkan dengan diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp50 juta. “Tapi tetap saja banyak yang melanggar.

Contohnya menempel gambar di pohon sepanjang Jalan Bangbarung,” ungkapnya.
Padahal, kata Dody, pohon palem sangat rentan dalam pertumbuhannya. “Pohon palem adalah salah satu jenis pohon yang rentan mati. Apalagi kalau dipaku, batangnya cepat membusuk,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada para calon anggota dewan agar memiliki pemahaman dalam pemasangan atribut. “Kita minta saling memahami aturan agar semuanya tertata dengan baik,” pungkasnya.

Sedangkan salah satu calon anggota legislatif (Caleg) dari Dapil Bogor Utara Sugandi sangat menyayangkan banyak caleg yang bersosialisasi tanpa mempertimbangkan aturan yang berlaku.
“Seharusnya segala sesuatu terutama dalam bersosialisasi menjelang pemilu mengikuti aturan yang berlaku,” katanya.

Sugandi menjelaskan, setiap parpol sudah memberikan ketentuan bagaimana cara menyosialisasikan diri. Artinya, mereka sudah dibekali bagaimana harus memperkenalkan diri kepada masyarakat. “Itu sudah ada aturannya, jadi tidak sembarangan bersosialisasi,” pungkasnya. (dei) http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjQ5MTc=&click=OQ==