Senin, 29 Desember 2008

Inspirasi dari "The Man of Honor "

MEGAMENDUNG, BOGOR -- Untuk memperkuat soliditas Team Work, Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Kota Bogor menggelar Personal Improvement & Out Bond Training di Pasir Muncang Megamendung Kabupaten Bogor. Selama dua hari (24-25/12) seluruh komponen struktur PKS se-Kota Bogor digembleng untuk meningkatkan kapasitas personal dan soliditas kerja tim.

Sebanyak 150 orang peserta training difasilitasi oleh TRUSCO, sebuah lembaga konsultan training dan manajemen terapan yang bermarkas di Jakarta. Pada hari pertama, muatan motivasi, pencerahan visi, dan penguatan militansi dan komitmen mengguyur relung hati dan membongkar sekat cakrawala berfikir para peserta. Bahkan dimalam harinya, peserta digugah dengan ilustrasi audio visual "Man of Honor". Kegigihan untuk mencapai visi, militansi merebut peluang, menabrak resintensi dan kebiasaan dengan keberanian dan semangat juang, berbuah kesuksesan yang gemilang.

Hari kedua, dengan format kompetisi antar regu peserta mengikuti out bond training dengan tantangan lapangan yang variatif. Kekuatan kerja tim diukur sedemikian rupa untuk mendapatkan regu terbaik. Pint Ball, Flaying Fox, Tower Building, dan lain-lain menjadi inspirasi bagi tim kerja untuk cerdas menangkap peluang, jitu membangun strategi, efektif dan efisien mengeksekusi operasi kerja di lapangan.

"Saya merasa antum telah membayar lunas pelatihan ini. Saya melihat wajah antum semua pada hari ini sangat berbeda dengan wajah-wajah antum ketika baru sampai di tempat ini kemarin (24/12). Setelah dua hari di sini, rona wajah natum tampak cerah dan tersirat optimisme untuk meraih kemenangan dakwah dan politik pada Pemilu 2009 yang akan datang. Allahuakbar!" demikian ungkap Yocie Gusman, pada penutupan acara.

Semoga mesin struktur PKS Kota Bogor semakin solid untuk menggerakkan seluruh elemen PKS dan siap menyongsong kemenangan Pemilu 2009, dengan melaksanakan amanah Musyawarah Daerah (MUSDA) PKS Kota Bogor 2006, untuk mencapai 23 kursi legislatif di DPRD Kota Bogor. Allahuakbar!


Minggu, 21 Desember 2008

PKS Gelar TOP di Kedung Jaya

KEDUNG JAYA -- Ahad (21/12) bertempat di aula Sekretariat Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelurahan Kedung Jaya Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor puluhan masyarakat mengikuti Training Orientasi Partai (TOP) I PKS. Kegiatan ini diselenggarakan atas prakarsa DPRa PKS Kedung Jaya sebagai ajang rekruitmen kader baru.

Sebagai pembicara pada sesi materi kepartaian adalah Karnain Asyhar, SP. Karnain yang juga Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bogor mengulas ringkas seputar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS. "Sangat jelas bahwa PKS adalah partai yang berasas Islam, keputusan-keputusannya melalui mekanisme musyawarah" tegas Karnain dalam pemaparannya.

Sementara pada materi Dasar Islam, diuraikan tentang kesempurnaan Islam. Pembicara pada sesi dasar-dasar Islam ini adalah ustadz Obay Sobari yang biasa tampil di radio MARS FM Bogor. Dia akhir acara dilakukan pemotretan peserta TOP I PKS, untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS secara massal dan gratis. "Alhamdulillah, peserta cukup antusias mengikuti acara. Kemantapan mereka bergabung dengan PKS juga ditunjukkan mereka dengan bersemangat untuk memiliki KTA PKS. Semoga akan menambah barisan pejuang da'wah di Kedung Jaya. amin." demikian uangkapan kegembiaraan Palgunadi, Ketua DPRa Kedung Jaya atas suksesnya acara TOP I PKS yang digagsnya.

Abang Sayur Itu Telah 'Dipanggil'

KAYUMANIS, BOGOR -- Kamis pagi setelah mengantar Fathi ke Sekolah -- begitu melewati kobinasi tanjakan dan tikungan melingkar di Bukit Kayumanis Tanah Sareal, tampak kerumunan warga Perumahan Balitro dekat Pos Ronda. Tampak pula bendera kertas warna kuning di ujung jalan. "Siapa yang 'dipanggil'?" tanya Karnain menyelidik. "Pak Ridjal sudah almarhum, Akhi" terang Lukmanul Hakim.

Tak bermaksud melupakan agenda yang disusun, Katana hitam yang sudah mengantar Fathi langsung diparkir. Sejenak janazah yang sudah dimandikan dan dibalut kain kafan di RS PMI Bogor itu segera disholatkan di Masji at-Thur RW 07 Kayumanis. Sejurus kemudian jamaah yang menyolatkan jenazah --bersama tetangga, keluarga dan kerabat-- mengiringi jenazah bergerak menuju pemakaman yang berlokasi di RW 10 Kelurahan Kayumanis. Uniknya, para penggali kubur tidak mengukur panjang jenazah, namun liang yang sudah digali cukup untuk memakamkan jenazah yang semasa hidupnya dikenal sebagai 'Abang sayur' di Bukit Kayumanis Bogor.

Ada kisah yang tercuplik dibalik peristiwa meninggalnya 'Pak Ridjal Sayur' ini. Sepekan sebelum diketahui meninggal, Pak Ridjal yang memiliki nama belakang Buchari ini berpamitan untuk berhajat menuju Kota Bandung. Al-kisah ketika diperjalanan dalam angkotan kota --masih di Bogor-- Pak Ridjal 'dipanggil' Allah SWT. Karena sopir dan penumpang tidak ada yang mengenali, jenazah dilaporkan ke kepolisian dan difisum di RS PMI Bogor. "Pak Ridjal meninggal karena sakit" jelas salah seorang warga.

Karena identifikasi jenazah baru clear seminggu kemudian, jenazah harus 'menginap' di RS PMI dan akhirnya diantar ke alamat duka di Perumahan Balitro yang berdampingan dengan Bukit Kayumanis Kota Bogor. Selama sepekan tanpa kabar, keluarga tidak ada yang merasa gelisah, "Dipikir masih ada urusan di Bandung" uangkap istrinya. Ketika berangkat memang Pak Ridjal sudah dalam keadaan sakit, akhirnya Allah SWT berkehendak memanggilnya dalam perjalanan. "Pak Karnain, Pak Ridjal ini semasa hidupnya selalu mampir ke rumah saya untuk menjajakan sayur. Jadi, saya sempatkan untuk ta'ziyah" jelas Pak Tito, pelanggan setia Pak Ridjal.

"Pak Ridjal ini orangnya prihatin, hidupnya pas-pasan. Anak-anaknya tetap pada sekolah kok. Dan dia tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu di masjid. Ini sisi keteladanan yang muncul pada diri Pak Ridjal yang sangat sederhana" terang seorang tetangga yang cukup dekat. Semoga almarhum Pak Ridjal Buchari mendampat tempat yang terbaik di sisi allah SWT. Amin.

Senin, 15 Desember 2008

Desember, Bulan Konsolidasi PKS


PALEDANG -- Desember 2008 dan Januari 2009, dipilih Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor sebagai waktu emas untuk rekonsolidasi struktur dan SDM. Setelah menggerakkan seluruh kekuatan mesin politik pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bogor pada Mei dan Oktober 2008 lalu, kini DPD PKS Kota Bogor berupaya untuk melakukan recovery struktur dan SDM untuk membangkitkan soliditas dan kesiapan menyongsong pertarungan sesungguhnya pada Pemilu Legislatif 2009.

Akhir pekan ini, bertempat di Gadog Ciawi Kabupaten Bogor, SDM struktur wanita PKS akan digembleng oleh lembaga training manajemen dan terapan TRUSTCO. Menyusul, SDM struktur ikhwan akan digodog 7 hari sesudahnya pada 27-28 Desember 2008. "Kekompakan kerja tim akan menjadi salah satu fokus orientasi training yang akan digelar khusus untuk SDM Struktur PKS Kota Bogor akhir desember ini" Jelas Karnain, Sekum DPD PKS Kota Bogor.

Karnain menambahkan, pengurus partai yang akan ditraining berjumlah sekitar 200 orang. "Mereka terdiri dari pengurus Majlis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Syari'ah Daerah (DSD), Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD), Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC), Ketua Dewan Pengurus ranting se-Kota Bogor, dan Struktur Kewanitaan se-kota Bogor' tandas karnain.

Diharapkan setelah training, seluruh kekuatan struktur PKS di Kota Bogor akan melaju menjadi The winnig team dalam pertarungan puncak Pemenangan Pemilu Legislatif 2009 yang telah memasang target 23 kursi parlemen di tingkat Kota Bogor. Januari 2009 yang akan datang, juga akan dilaksanakan family gathering PKS se-Kota Bogor bertempat di Kebun Raya Bogor. Allahuakbar!! Jaga semangat untuk menang. (*)

Asumsi Harga Minyak APBN 2009 Harus Diturunkan ke US$ 70

Jakarta - Asumsi harga minyak dalam APBN 2009 sebesar US$ 80 per barel dinilai tidak memadai lagi. Asumsi tersebut sudah saatnya diturunkan ke kisaran US$ 60-70 per barel.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

"Perubahan itu dilakukan agar APBN kita bisa tahan kalau harga minyak dunia kembali naik," ungkapnya.

Drajad juga memprediksi, hasil sidang OPEC yang saat ini sedang berlangsung bertujuan untuk menurunkan kuota. Pemangkasan produksi ini dilakukan untuk memenuhi keinginan anggota OPEC agar harga minyak dunia naik hingga US$ 60-70.

"Makanya asumsi APBN diubah kelevel itu, lagipula kalau kuota diturunkan toh belum tentu langsung naik sekarang, kan semuanya perlu proses," ungkapnya.

Namun, Drajad juga mengakui tetap ada hambatan penguatan harga minyak mentah. Menurut Drajad yang bisa memicu secara signifikan penguatan harga minyak antara lain pulihnya perekonomian China.

"Dan bailout the big three yang ada di AS itu jumlahnya bisa pas. Sebab kalau tidak pas, ekspektasi terhadap demand mobil rendah dan secara otomatis ekpektasi terhadap bahan bakar juga rendah sehingga harga minyak ekspektasinya juga rendah," jelas politisi PAN ini.

Dradjad menambahkan selain revisi asumsi harga minyak dalam APBN, asumsi pertumbuhan ekonomi juga harus direvisi ke angka 4-4,5 persen. "Pertumbuhan 6 persen akan sulit dicapai, kalau saya 4-4,5 persen. Sedangkan untuk inflasi tahun depan saya prediksi 8-9 persen dan SBI 9 persen," paparnya. http://www.detikfinance.com/read/2008/12/16/132559/1054423/4/asumsi-harga-minyak-apbn-2009-harus-diturunkan-ke-us$-70

Selasa, 02 Desember 2008

Singgah di Masjid Sunda Kelapa

MENTENG, JAKARTA -- Kamis sore itu setelah mengasah produktivitas di ruang kerja, saya bergegas menemui Pak Budiyanto --teman di kelas kepemimpinan pasca UI-- di Gedung Gelora Pemuda Kementerian Pemuda Olah Raga RI untuk berangkat bersama ke Kampus UI Salemba. Ketika melintas Jembatan Semanggi perjalanan cukup tersendat, namun segera lancar kembali setelah masuk Jl Jenderal Sudirman.
Sebelum masuk Jl Diponegoro, terdengar merdu suara muadzin dari Masjid Sunda Kelapa Menteng Jakarta. Kami bertiga --termasuk Zuliyanto-- bersepakat shalat berjamah di masjid yang sangat terkenal itu. "Mumpung baru adzan, supaya berkah, kita mampir shalat jamaah Maghrib di Masjid Sunda Kelapa ya?" Kata Pak Budi. Saya dan Zul mengamininya, sejurus kemudian kami memarkir mobil dan bergegas ke tempat wudlu masjid.
Selepas wudlu, kami bergegas naik ke ruang shalat. Pemandangan yang unik, tepat di palataran utama masjid ternyata jamaah masih banyak yang berbaris menyantap menu buka puasa. Subahanallah..! Ternyata masjid Sunda Kelapa membangun syiar masjid dengan menghidupkan sunnah Rasul, buka puasa sunnah bersama di masjid. Kelihatannya inilah salah satu rahasia popularitas Masjid Sunda Kelapa, masyhur dengan kegiatan Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) yang juga menghidupkan sunnah RasulNya dalam syiar masjid. Saya yang saat itu tidak sedang puasa sunnah langsung terhenyak... mereka berpuasa sunnah... ketika yang lain sudah melupakan keindahan Ramadhan yang belum genap dua bulan dilalui. Subhaanallah...
Suasana nyaman di ruang utama masjid, menambah khusyuk shalat berjamaah. Karpet yang wangi serta suara merdu imam shalat yang tartil dalam mendendangkan surat dan ayat pilihan, telah mampu merogoh hati saya hingga serasa diusap dan dibilas hati ini...mata pun berkaca-kaca tersentuh ungkapan qur'ani yang syahdu. Subhaanallah.. inilah kali pertama saya singgah di Masjid Sunda Kelapa. Semoga aura ketentraman, ketenangan, kekhusyukan dapat tumbuh di masjid-masjid lain di negeri ini... amin.