Senin, 29 Desember 2008

Inspirasi dari "The Man of Honor "

MEGAMENDUNG, BOGOR -- Untuk memperkuat soliditas Team Work, Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Kota Bogor menggelar Personal Improvement & Out Bond Training di Pasir Muncang Megamendung Kabupaten Bogor. Selama dua hari (24-25/12) seluruh komponen struktur PKS se-Kota Bogor digembleng untuk meningkatkan kapasitas personal dan soliditas kerja tim.

Sebanyak 150 orang peserta training difasilitasi oleh TRUSCO, sebuah lembaga konsultan training dan manajemen terapan yang bermarkas di Jakarta. Pada hari pertama, muatan motivasi, pencerahan visi, dan penguatan militansi dan komitmen mengguyur relung hati dan membongkar sekat cakrawala berfikir para peserta. Bahkan dimalam harinya, peserta digugah dengan ilustrasi audio visual "Man of Honor". Kegigihan untuk mencapai visi, militansi merebut peluang, menabrak resintensi dan kebiasaan dengan keberanian dan semangat juang, berbuah kesuksesan yang gemilang.

Hari kedua, dengan format kompetisi antar regu peserta mengikuti out bond training dengan tantangan lapangan yang variatif. Kekuatan kerja tim diukur sedemikian rupa untuk mendapatkan regu terbaik. Pint Ball, Flaying Fox, Tower Building, dan lain-lain menjadi inspirasi bagi tim kerja untuk cerdas menangkap peluang, jitu membangun strategi, efektif dan efisien mengeksekusi operasi kerja di lapangan.

"Saya merasa antum telah membayar lunas pelatihan ini. Saya melihat wajah antum semua pada hari ini sangat berbeda dengan wajah-wajah antum ketika baru sampai di tempat ini kemarin (24/12). Setelah dua hari di sini, rona wajah natum tampak cerah dan tersirat optimisme untuk meraih kemenangan dakwah dan politik pada Pemilu 2009 yang akan datang. Allahuakbar!" demikian ungkap Yocie Gusman, pada penutupan acara.

Semoga mesin struktur PKS Kota Bogor semakin solid untuk menggerakkan seluruh elemen PKS dan siap menyongsong kemenangan Pemilu 2009, dengan melaksanakan amanah Musyawarah Daerah (MUSDA) PKS Kota Bogor 2006, untuk mencapai 23 kursi legislatif di DPRD Kota Bogor. Allahuakbar!


Minggu, 21 Desember 2008

PKS Gelar TOP di Kedung Jaya

KEDUNG JAYA -- Ahad (21/12) bertempat di aula Sekretariat Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelurahan Kedung Jaya Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor puluhan masyarakat mengikuti Training Orientasi Partai (TOP) I PKS. Kegiatan ini diselenggarakan atas prakarsa DPRa PKS Kedung Jaya sebagai ajang rekruitmen kader baru.

Sebagai pembicara pada sesi materi kepartaian adalah Karnain Asyhar, SP. Karnain yang juga Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bogor mengulas ringkas seputar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS. "Sangat jelas bahwa PKS adalah partai yang berasas Islam, keputusan-keputusannya melalui mekanisme musyawarah" tegas Karnain dalam pemaparannya.

Sementara pada materi Dasar Islam, diuraikan tentang kesempurnaan Islam. Pembicara pada sesi dasar-dasar Islam ini adalah ustadz Obay Sobari yang biasa tampil di radio MARS FM Bogor. Dia akhir acara dilakukan pemotretan peserta TOP I PKS, untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS secara massal dan gratis. "Alhamdulillah, peserta cukup antusias mengikuti acara. Kemantapan mereka bergabung dengan PKS juga ditunjukkan mereka dengan bersemangat untuk memiliki KTA PKS. Semoga akan menambah barisan pejuang da'wah di Kedung Jaya. amin." demikian uangkapan kegembiaraan Palgunadi, Ketua DPRa Kedung Jaya atas suksesnya acara TOP I PKS yang digagsnya.

Abang Sayur Itu Telah 'Dipanggil'

KAYUMANIS, BOGOR -- Kamis pagi setelah mengantar Fathi ke Sekolah -- begitu melewati kobinasi tanjakan dan tikungan melingkar di Bukit Kayumanis Tanah Sareal, tampak kerumunan warga Perumahan Balitro dekat Pos Ronda. Tampak pula bendera kertas warna kuning di ujung jalan. "Siapa yang 'dipanggil'?" tanya Karnain menyelidik. "Pak Ridjal sudah almarhum, Akhi" terang Lukmanul Hakim.

Tak bermaksud melupakan agenda yang disusun, Katana hitam yang sudah mengantar Fathi langsung diparkir. Sejenak janazah yang sudah dimandikan dan dibalut kain kafan di RS PMI Bogor itu segera disholatkan di Masji at-Thur RW 07 Kayumanis. Sejurus kemudian jamaah yang menyolatkan jenazah --bersama tetangga, keluarga dan kerabat-- mengiringi jenazah bergerak menuju pemakaman yang berlokasi di RW 10 Kelurahan Kayumanis. Uniknya, para penggali kubur tidak mengukur panjang jenazah, namun liang yang sudah digali cukup untuk memakamkan jenazah yang semasa hidupnya dikenal sebagai 'Abang sayur' di Bukit Kayumanis Bogor.

Ada kisah yang tercuplik dibalik peristiwa meninggalnya 'Pak Ridjal Sayur' ini. Sepekan sebelum diketahui meninggal, Pak Ridjal yang memiliki nama belakang Buchari ini berpamitan untuk berhajat menuju Kota Bandung. Al-kisah ketika diperjalanan dalam angkotan kota --masih di Bogor-- Pak Ridjal 'dipanggil' Allah SWT. Karena sopir dan penumpang tidak ada yang mengenali, jenazah dilaporkan ke kepolisian dan difisum di RS PMI Bogor. "Pak Ridjal meninggal karena sakit" jelas salah seorang warga.

Karena identifikasi jenazah baru clear seminggu kemudian, jenazah harus 'menginap' di RS PMI dan akhirnya diantar ke alamat duka di Perumahan Balitro yang berdampingan dengan Bukit Kayumanis Kota Bogor. Selama sepekan tanpa kabar, keluarga tidak ada yang merasa gelisah, "Dipikir masih ada urusan di Bandung" uangkap istrinya. Ketika berangkat memang Pak Ridjal sudah dalam keadaan sakit, akhirnya Allah SWT berkehendak memanggilnya dalam perjalanan. "Pak Karnain, Pak Ridjal ini semasa hidupnya selalu mampir ke rumah saya untuk menjajakan sayur. Jadi, saya sempatkan untuk ta'ziyah" jelas Pak Tito, pelanggan setia Pak Ridjal.

"Pak Ridjal ini orangnya prihatin, hidupnya pas-pasan. Anak-anaknya tetap pada sekolah kok. Dan dia tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu di masjid. Ini sisi keteladanan yang muncul pada diri Pak Ridjal yang sangat sederhana" terang seorang tetangga yang cukup dekat. Semoga almarhum Pak Ridjal Buchari mendampat tempat yang terbaik di sisi allah SWT. Amin.

Senin, 15 Desember 2008

Desember, Bulan Konsolidasi PKS


PALEDANG -- Desember 2008 dan Januari 2009, dipilih Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor sebagai waktu emas untuk rekonsolidasi struktur dan SDM. Setelah menggerakkan seluruh kekuatan mesin politik pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bogor pada Mei dan Oktober 2008 lalu, kini DPD PKS Kota Bogor berupaya untuk melakukan recovery struktur dan SDM untuk membangkitkan soliditas dan kesiapan menyongsong pertarungan sesungguhnya pada Pemilu Legislatif 2009.

Akhir pekan ini, bertempat di Gadog Ciawi Kabupaten Bogor, SDM struktur wanita PKS akan digembleng oleh lembaga training manajemen dan terapan TRUSTCO. Menyusul, SDM struktur ikhwan akan digodog 7 hari sesudahnya pada 27-28 Desember 2008. "Kekompakan kerja tim akan menjadi salah satu fokus orientasi training yang akan digelar khusus untuk SDM Struktur PKS Kota Bogor akhir desember ini" Jelas Karnain, Sekum DPD PKS Kota Bogor.

Karnain menambahkan, pengurus partai yang akan ditraining berjumlah sekitar 200 orang. "Mereka terdiri dari pengurus Majlis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Syari'ah Daerah (DSD), Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD), Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC), Ketua Dewan Pengurus ranting se-Kota Bogor, dan Struktur Kewanitaan se-kota Bogor' tandas karnain.

Diharapkan setelah training, seluruh kekuatan struktur PKS di Kota Bogor akan melaju menjadi The winnig team dalam pertarungan puncak Pemenangan Pemilu Legislatif 2009 yang telah memasang target 23 kursi parlemen di tingkat Kota Bogor. Januari 2009 yang akan datang, juga akan dilaksanakan family gathering PKS se-Kota Bogor bertempat di Kebun Raya Bogor. Allahuakbar!! Jaga semangat untuk menang. (*)

Asumsi Harga Minyak APBN 2009 Harus Diturunkan ke US$ 70

Jakarta - Asumsi harga minyak dalam APBN 2009 sebesar US$ 80 per barel dinilai tidak memadai lagi. Asumsi tersebut sudah saatnya diturunkan ke kisaran US$ 60-70 per barel.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR Drajad Wibowo di sela-sela sidang paripurna DPR, di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

"Perubahan itu dilakukan agar APBN kita bisa tahan kalau harga minyak dunia kembali naik," ungkapnya.

Drajad juga memprediksi, hasil sidang OPEC yang saat ini sedang berlangsung bertujuan untuk menurunkan kuota. Pemangkasan produksi ini dilakukan untuk memenuhi keinginan anggota OPEC agar harga minyak dunia naik hingga US$ 60-70.

"Makanya asumsi APBN diubah kelevel itu, lagipula kalau kuota diturunkan toh belum tentu langsung naik sekarang, kan semuanya perlu proses," ungkapnya.

Namun, Drajad juga mengakui tetap ada hambatan penguatan harga minyak mentah. Menurut Drajad yang bisa memicu secara signifikan penguatan harga minyak antara lain pulihnya perekonomian China.

"Dan bailout the big three yang ada di AS itu jumlahnya bisa pas. Sebab kalau tidak pas, ekspektasi terhadap demand mobil rendah dan secara otomatis ekpektasi terhadap bahan bakar juga rendah sehingga harga minyak ekspektasinya juga rendah," jelas politisi PAN ini.

Dradjad menambahkan selain revisi asumsi harga minyak dalam APBN, asumsi pertumbuhan ekonomi juga harus direvisi ke angka 4-4,5 persen. "Pertumbuhan 6 persen akan sulit dicapai, kalau saya 4-4,5 persen. Sedangkan untuk inflasi tahun depan saya prediksi 8-9 persen dan SBI 9 persen," paparnya. http://www.detikfinance.com/read/2008/12/16/132559/1054423/4/asumsi-harga-minyak-apbn-2009-harus-diturunkan-ke-us$-70

Selasa, 02 Desember 2008

Singgah di Masjid Sunda Kelapa

MENTENG, JAKARTA -- Kamis sore itu setelah mengasah produktivitas di ruang kerja, saya bergegas menemui Pak Budiyanto --teman di kelas kepemimpinan pasca UI-- di Gedung Gelora Pemuda Kementerian Pemuda Olah Raga RI untuk berangkat bersama ke Kampus UI Salemba. Ketika melintas Jembatan Semanggi perjalanan cukup tersendat, namun segera lancar kembali setelah masuk Jl Jenderal Sudirman.
Sebelum masuk Jl Diponegoro, terdengar merdu suara muadzin dari Masjid Sunda Kelapa Menteng Jakarta. Kami bertiga --termasuk Zuliyanto-- bersepakat shalat berjamah di masjid yang sangat terkenal itu. "Mumpung baru adzan, supaya berkah, kita mampir shalat jamaah Maghrib di Masjid Sunda Kelapa ya?" Kata Pak Budi. Saya dan Zul mengamininya, sejurus kemudian kami memarkir mobil dan bergegas ke tempat wudlu masjid.
Selepas wudlu, kami bergegas naik ke ruang shalat. Pemandangan yang unik, tepat di palataran utama masjid ternyata jamaah masih banyak yang berbaris menyantap menu buka puasa. Subahanallah..! Ternyata masjid Sunda Kelapa membangun syiar masjid dengan menghidupkan sunnah Rasul, buka puasa sunnah bersama di masjid. Kelihatannya inilah salah satu rahasia popularitas Masjid Sunda Kelapa, masyhur dengan kegiatan Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) yang juga menghidupkan sunnah RasulNya dalam syiar masjid. Saya yang saat itu tidak sedang puasa sunnah langsung terhenyak... mereka berpuasa sunnah... ketika yang lain sudah melupakan keindahan Ramadhan yang belum genap dua bulan dilalui. Subhaanallah...
Suasana nyaman di ruang utama masjid, menambah khusyuk shalat berjamaah. Karpet yang wangi serta suara merdu imam shalat yang tartil dalam mendendangkan surat dan ayat pilihan, telah mampu merogoh hati saya hingga serasa diusap dan dibilas hati ini...mata pun berkaca-kaca tersentuh ungkapan qur'ani yang syahdu. Subhaanallah.. inilah kali pertama saya singgah di Masjid Sunda Kelapa. Semoga aura ketentraman, ketenangan, kekhusyukan dapat tumbuh di masjid-masjid lain di negeri ini... amin.

Kamis, 27 November 2008

Bangkitkan Semangat!!

Sepuluh tahun terakhir
Empat kali nahkoda bahtera negeri ini berganti

Sepuluh tahun terakhir
Pemegang amanah semakin tidak bisa dipercaya
Mereka semakin rakus
Merampas hak-hak rakyat jelata

Sepuluh tahun terakhir
Malapetaka pun selalu menghantam negeri ini
Tsunami, banjir, longsor, dan bermacam penyakit
Silih berganti merontokkan anak-anak negeri

Sepuluh tahun terakhir
Orang-orang lapar
dan orang-orang menganggur
Semakin tidak terhitung jumlahnya

Sepuluh tahun terakhir
Kemaksiatan dan tindak kejahatan
sangat sulit dihentikan
Rasa malu dan rasa peduli
terasa semakin menjauh
Adakah harapan dan asa di negeri ini?

Mungkinkan Allah berkenan untuk mencurahkan berkah dan rahmatNya?
Apakah kita berhak untuk berkuasa dan memimpin negeri ini?
Pantaskah kita melayani orang-orang yang bosan
dengan janji para penipu?

Ingatlah saudaraku!
arah dan tujuan kita jangan berubah
Langkah harus semakin tegap
Karena perubahan adalah kepastian

Bangkitkan semangat!
dan Rebut setiap peluang
Jangan sibuk dengan hal yang tidak penting
Lenyapkan keraguan

Dan yakinlah bahwa Allah pasti membimbing kita
Untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki.

SH

Sabtu, 01 November 2008

Expo Produk Unggulan IPB Disesaki Pengunjung

PAJAJARAN - IPB Fair yang berlangsung selama tiga hari (30/10-1/11) di IPB International Convention Centre (ICC) dibuka secara resmi, kemarin. IPB Fair yang merupakan puncak Dies Natalis IPB ke-45 memamerkan berbagai produk unggulan IPB, baik di bidang pendidikan, penelitian, pertanian, maupun bidang produksi makanan, minuman, kosmetik, serta berbagai jenis produk lainnya.

General Manager IPB ICC, Lusi Fausia yang ditemui Radar Bogor mengatakan, jenis produk yang dipamerkan tidak kurang dari 200-an produk. “Ada sekitar 200-an karya nyata mahasiswa, dosen, dan alumni IPB yang dipamerkan,” ujar Lusi.

Pantauan Radar Bogor, hari pertama IPB Fair kemarin cukup ramai. Kendati acara baru dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IPB Bidang Bisnis dan Komunikasi, Arif Imam Suroso pada pukul 13.10 WIB, namun sejak pagi, pengunjung yang mayoritas dari kalangan mahasiwa sudah memadati area IPB Fair yang terletak di lantai II IPB ICC.

Bebagai jenis produk pertanian seperti beras juga dipamerkan, begitupun jenis tanaman buah dari hasil persilangan, dan tanaman hias yang unik dan menarik. Sementara untuk karya nyata bidang pendidikan dan penelitian dipublikasikan dengan cara memasang sejumlah banner yang berisi informasi pendidikan dan hasil penelitian para mahasiswa dan dosen.

Menariknya, semua departemen yang ada di IPB ikut ambil bagian dalam IPB Fair. Masing-maing departemen menampilkan ciri khas mereka masing-masing. “Stand masing-masing departmen didesain sesuai ciri khasnya karena masing-masing departemen akan menampilkan ciri khasnya masing-masing,” kata Lusi.

Dia menambahkan, IPB Fair merupakan ajang untuk menumbuhkan kecintaan dan ketertarikan generasi muda di bidang pertanian. ”Target kita adalah para generasi muda agar mereka bisa tertarik lagi mengembangkan pertanian,” tandas Lusi.

Melalui kesempatan tersebut, IPB juga memamerkan kelapa dan nanas raksasa setinggi dua meter lebih sebagai apresiasi terhadap kekayaan produk pertanian yang dimiliki Indonensia. (rid) Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA5Nzc=&click=NTU=

Kamis, 23 Oktober 2008

Caleg DPRD dari PKS Sumbangkan Darah untuk Kehidupan


Caleg DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan Kota Bogor 3 (Tanah Sareal), Karnain Asyhar, SP bersama Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat drh Achmad Ru'yat, MSi dengan tulus menyumbangkan darahnya kepada PMI Kota Bogor saat acara Donor Darah di RW 03 Kelurahan Kebon Pedes Tanah Sareal Kota Bogor. Hadir dalam kesempatan acara tersebut Ibu Hj Fauziah Diani Budiarto, Kepala Puskesman Pondok Rumput Yusniar, SKM dan Lurah Kebon Pedes.

Kamis, 16 Oktober 2008

Adang Hadiri Kampanye Diani-Ru'yat

"Kita tahu persis, Diani Budiarto adalah Walikota yang berhasil selama ini. Dia berhasil melaksanakan pembangunan di segala bidang, seperti membuat model angkutan massal Trans Pakuan. Maka dari itu, Diani harus kembali memimpin Kota Bogor"

Adang Darajatun

PK-Sejahtera Online: Memasuki hari ke lima, Pasangan Diani Budiarto-Achmad Ru’yat (Diani-Ru’yat) unjuk kekuatan dengan menggelar kampanye akbar di lapangan Sempur, Ahad (12/10). Ribuan massa memadati lapangan terbesar di Kota Bogor itu untuk mendengarkan orasi para juru kampanye.

Hadir sebagai juru kampanye nasional (Jurkamnas) anggota Dewan Pakar DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adang Daradjatun. Tak ketinggalan Ketua DPD PKS kota Bogor, Yocie Gusman dan perwakilan partai pengusung lainnya, Tim sukses, relawan dan simpatisan.

Dalam orasinya, Adang mengajak masyarakat bersama-sama membuat perubahan yang lebih baik pada masa mendatang dengan memilih Diani-Ru’yat sebagai pemimpin Kota Bogor lima tahun ke depan.

“Kita tahu persis, Diani Budiarto adalah Walikota yang berhasil selama ini. Dia (Diani, red) berhasil melaksanakan pembangunan di segala bidang, seperti membuat model angkutan massal Trans Pakuan. Maka dari itu, Diani harus kembali memimpin Kota Bogor. Hidup Diani, hidup Diani-Ru’yat,” teriak Caleg PKS ini, yang disambut teriakan nomor lima dari ribuan massa.

Sedangkan Wakilnya, Kang Ru’yat, lanjut Adang, adalah salah satu wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang mengerti persoalan anggaran dan pengawasan. “Saya yakin Kota Bogor akan sukses jika dipimpin Diani dan Ru’yat,” tegas Adang menutup orasinya.

Tidak hanya di lapangan, massa juga memenuhi badan jalan dengan kendaraan roda dua, truk terbuka, maupun mobil pribadi. Tak ayal lalulintas di sekitar lokasi pun sempat tersendat.

Melihat antusias tinggi dan sambutan hangat dari ribuan massa pendukungnya, Diani Budiarto sempat terlihat mengusap air mata dengan kedua tangannya. Dia tampak terharu dengan sambutan hangat dan meriah dari ribuan massa pendukungnya.

Diani menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan kepedulian seluruh elemen pendukungnya. “Mudah-mudahan semua ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Diani-Ru’yat juga berjanji akan menjalankan mananah dan tugasnya jika dipercaya kembali memimpin Kota Bogor, untuk mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya.

“Rakyat harus bisa sekolah, rakyat harus bisa makan, tugas birokrasi harus amanah dan jujur supaya rakyat bisa sejahtera. Insya Allah saya bersama Pak Ru’yat akan bekerja tulus mengabdi,” tegas Diani, yang disambut teriakan hidup Diani-Ru’yat dari ribuan massa pendukungnya. Sumber: http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6039

Senin, 13 Oktober 2008

Kisah Barzanji Sang Gubernur

Kisah ini dituturkan sendiri oleh Ustadz Ahmad Heryawan saat bersilaturahim ke kediaman Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Jejen ZA, Sabtu (27/9). Sebelum ke Pesantren KH Jejen, Gubernur terlebih dahulu bertemu kader PKS Kota dan Kabupaten Sukabumi di Rambay, Cisaat dan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama di Bank Jabar Sukabumi dan Taraweh berjamaah di Mesjid Agung Cirebon.
Alkisah saat masa-masa kampanye Pilgub Jabar, April 2008 lalu. Sebuah Pesantren besar di Cirebon, yakni Pesantren Nurusshidiq pimpinan KH Ade Gumelar mengundang seluruh kandidat gubernur untuk menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Guna memenuhi undangan Sang Kyai, saat itu hanya Pasanga Hade yang datang berdua. Sementara dua pasang lainnya hanya diwakili Calon Wakil Gubernur.
Ketika masing-masing kandidat memperkenalkan diri dihadapan para Kyai dari berbagai pesantren di Cirebon, dan giliran Ustadz Ahmad Heryawan, semua mata memandang penuh tanya. Bagaimana mungkin seorang kader PKS yang menjadi Calon Gubernur, mau menghadiri acara muludan, begitu pikir mereka saat itu. Dan saat itu memang sedang merebak luas di seluruh Jawa Barat isu PKS anti maulid, anti tahlil dan sebagainya sehingga jangan pilih kader PKS.
Bagi Ahmad Heryawan, situasi ini justeru sangat strategis untuk mementahkan isu murahan lawan politik PKS. "Terimakasih atas undangan yang diberikan kepada kami untuk bersilaturahim di sini. Bagi saya muludan adalah sebuah kegiatan yang tidak asing, karena sejak muda biasa mengadakan muludan bahkan menjadi penceramah muludan. Kader-kader PKS umumnya terbiasa mengisi ceramah tentang muludan ataupun Isra Mikraj," begitu Ahmad Heryawan memulai penuturannya.
Saat itu para Kyai dan Habaib yang hadir tampak kaget dan seakan masih belum percaya dengan pengakuan tersebut. "Dan Pak Kyai, saya yakin, dari semua calon Gubernur yang ada, Insya Allah sayalah satu-satunya yang bisa membaca kitab Barzanji," lanjut Heryawan.
Para Nahdhiyin dan Habaib semakin penasaran. Dan secara demostratif, Heryawan pun menunjukkan kepiawaiannya membaca kitab Barzanji di depan para Kyai. Dan malam itu, seakan menjadi panggung tersendiri bagi Heryawan, seorang kader PKS, untuk mementahkan tuduhan picik lawan politik bahwa PKS anti maulid dan anti Tahlil. Malam itu semua mata menyaksikan seorang Calon Gubernur dari Partai yang di cap anti muludan justeru dengan lancar dan fasih membaca kitab Barzanji, kita yang begitu keramat di kalangan Nahdhiyin.
Secara cerdik, wartawan Radar Cirebon pun mengabadikan momen Hade membaca kitab barzanji bersama para Kyia Cirebon. Esoknya, foto yang memuat moment itu pun dikliping dan diperbanyak. Tim Hade pun menyebarluaskan kliping foto dan berita tersebut ke seluruh kantong-kantong NU di Jawa Barat. Al hasil, Heryawan pun dinobatkan sebagai Gubernur yang pandai membaca kitab Barzanji. (Sebagaimana dikisahkan Oleh Ustadz ahmad Heryawan, LC pada Saat Mukernas II PKS di Makasar Juli 2008)

Kamis, 09 Oktober 2008

Surat Suara Berubah, Nama Caleg Menonjol

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melakukan revisi untuk mencari format terbaik desain surat suara Pemilu Legislatif 2009. Perubahan desain terakhir ini mendekati semangat sistem proporsional terbuka UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008. Porsi nama calon legislatif (caleg) mulai ditonjolkan dibanding desain surat suara sebelumnya.

Perubahan itu merupakan hasil pembahasan KPU dengan sejumlah ahli grafika yang dipresentasikan di Jakarta kemarin (8/10). Sebagaimana direncanakan sebelumnya, KPU memutuskan memperkecil ruang bagi nomor urut, logo dan nama parpol.

Bukan hanya itu. Ukuran surat suara juga sedikit mengecil. Dari sebelumnya berukuran 55 x 88 cm, surat suara baru tersebut memiliki panjang dan lebar 54 x 75 cm. Desain pun kini diputuskan memanjang dari atas ke bawah demi mengakomodasi sempitnya bilik suara saat pemilihan.

Ketua Pokja Surat Suara KPU Andi Nurpati menyatakan, perubahan desain tersebut merupakan rekomendasi Komisi II DPR. Pada saat rapat konsultasi, DPR menyarankan agar KPU terlebih dahulu meminta opini sejumlah ahli grafis terkait desain yang lebih ideal. ”Ini usul dari tim grafis kepada kami,” ujar Andi kepada wartawan di ruang kerjanya.

Dibanding desain sebelumnya, layout surat suara yang terbaru tersebut jauh lebih padat. Tim grafis menghilangkan banyaknya ruang kosong di surat suara sebelumnya, terutama pada batas pemisah kosong antara kop suara dengan kolom-kolom partai peserta pemilu.

”Untuk dapil yang jumlah calegnya melampaui batas kolom, akan dibuat dua lembar,” terang Andi. Sebagai contoh, dapil di DPRD DKI, Riau, dan Sumut memiliki jumlah caleg mencapai 30 orang per partai. Selain itu, surat suara khusus akan dibuat untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang mengakomodasi enam partai lokal.

Selain soal desain, tim grafis merekomendasikan sejumlah alternatif kertas suara yang bisa digunakan KPU. Dalam hal ini KPU lebih condong menggunakan kertas biasa yang dicetak dengan security printing. Pertimbangan tersebut diambil karena harganya lebih terjangkau dibanding langsung menggunakan security paper. ”Kami masih berhitung-hitung kertas apa yang cukup disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Andi. Alokasi anggaran KPU untuk surat suara adalah Rp 1,2 triliun.

Secara terpisah, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, kebutuhan surat suara untuk Pemilu 2009 diperkirakan 900 juta lembar. Asumsi itu berdasarkan estimasi jumlah pemilih mencapai 172 juta penduduk. Dengan masing-masing pemilih mendapat empat lembar surat suara, jumlah tersebut juga memperhitungkan kelebihan 2 persen surat suara. Juga surat suara untuk penghitungan ulang 1.000 lembar per TPS.

Jumlah tersebut melampaui estimasi KPU sebelumnya yang memperkirakan ”hanya” akan mencetak 700 juta lembat kertas suara. Meski melampaui rencana, Hafiz optimistis alokasi anggaran yang disediakan KPU masih mencukupi untuk memenuhi target baru tersebut. ”Harganya akan disesuaikan namun tidak melupakan faktor keamanan surat suara,” janji Hafiz. (bay)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1MTc=&click=MTE=

PMI Kota Bogor Krisis Darah

SUMERU - PMI Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Kota Bogor tampaknya harus terus melakukan terobosan. Apalagi, stok darah yang selalu krisis, khususnya menjelang Ramadan hingga Lebaran, harus segera disiasati. Dewan mengaku akan terus memberi dukungan kepada PMI UTDC yang berlokasi di Perumahan Indraprasta Kecamatan Bogor Utara itu, asalkan PMI mengkalkulasi kebutuhan yang diperlukan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Iwan Suryawan, anggaran yang diberikan oleh pemkot kepada PMI UTDC sifatnya memang hibah. “Tapi segala hal tak ada yang tidak ada solusi, tergantung pengusulan dari mereka,” kata pria yang ditemui Radar Bogor saat berkunjung ke lokasi pemeriksaan haji di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, kemarin.

Buktinya, ketika perlu alat trombosit, dewan menyetujui dan pemkot memberikan anggarannya. “Jadi, jangan khawatir sebab substansinya bagaimana caranya agar persediaan darah tetap ada,” ujar politisi FKS ini.

Selanjutnya, PMI harus memiliki penjadwalan dan meningkatkan program Tegur Sapa. Jadi, setiap pendonor diingatkan kembali untuk mendonorkan darahnya kembali setelah tiga bulan lalu mendonor. “Ada pusat informasi untuk mengingatkan pendonor, sehingga ada perputaran dan pendonor berlangsung kontinu,” kata Iwan.

Kegiatan proaktif bisa juga dilakukan di tempat. Yakni tegur sapa via telepon maupun lewat surat, sehingga pendonor merasa diperhatikan. Ia yakin jika penjadwalan dan tegur sapa dilakukan, maka krisis darah selama Ramadan maupun pasca Lebaran bisa diminimalisir. Tentunya ditunjang dengan sistem pendataan yang baik.

Sebelumnya, Kepala PMI UTDC Kota Bogor dr Rina Damayanti mengaku situasi stok darah tahun ini lebih krisis dibanding tahun lalu. “Kesediaan darah tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu. Bahkan tahun lalu kami tidak keteteran seperti sekarang ini,” katanya.

Meski begitu, bukan berarti pihaknya tak berupaya untuk menggenjot stok darah sebelum Ramadan, mengingat jumlah para pendonor darah saat Ramadan umumnya menurun drastis. “Sudah kami upayakan untuk menyediakan stok darah, tapi kami tidak berhasil mengumpulkan sebanyak tahun lalu,” aku Rina. Ia mengatakan, agar stok donor darah selalu tersedia, pihaknya selalu siaga 24 jam pada saat Ramadan bagi siapa saja yang bersedia mendonorkan darahnya. Demikian juga pada saat Lebaran tiba. “Kami tetap beroperasi, tapi tidak ada pendonornya,” ujarnya. (rtn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1MzA=&click=Ng==

KA Bogor - Sukabumi Beroperasi Lagi

BOGOR - Pemerintah memastikan beroperasinya kembali jalur kereta api (KA) lintas Bogor-Sukabumi pada akhir tahun 2008 atau awal tahun depan. Jalur sepanjang 90 kilometer itu sempat ditutup sejak 2006 untuk perbaikan yang menelan dana hingga Rp 41 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihak perkerataapian telah melakukan perbaikan rel kereta api sejak Juni lalu dan saat ini perbaikannya telah memasuki tahap finishing.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bogor, gerbong kereta api jurusan Bogor-Sukabumi akan ditambah menjadi empat gerbong. Hanya saja, tarif kereta api juga bakal mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hanya Rp1.500, maka tarif baru bakal mencapai Rp5.000-6.000, sebab kereta api tersebut masih menggunakan bahan bakar minyak (diesel).

Kepala TU Stasiun Kereta Api Bogor, Nursyamsu Hadi yang ditemui Radar Bogor, kemarin membenarkan adanya perbaikan rel kereta api Bogor-Sukabumi. Hanya saja, dia mengaku belum tahu kaan rel kereta api tersebut difungsikan. “Perbaikan rel kereta api jurusan Bogor Sukabumi dilaksanakan sejak dua bulan lalu dan saat ini perbaikannya sudah sampai di wilayah Sukabumi,” kata Nursyamsu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Nugroho Indrio mengatakan rehabilitasi jalur lintas kereta api Bogor-Sukabumi itu merupakan bagian dari program revitalisasi KA untuk kawasan Jawa Barat, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 247,5 miliar. “Sebelum ditutup jalur itu dulu sempat menjadi primadona bagi para penumpang kelas ekonomi,” ujar Nugroho, kemarin.

Nugroho berharap pemanfaatan kembali jalur Bogor-Sukabumi itu bisa lebih ditingkatkan, bukan hanya untuk kelas ekonomi tapi juga bisnis dan eksekutif. Untuk memastikan kelaikan jalan di lintasan tersebut, hari ini Tim Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubugan (Dephub) yang dipimpin Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid dijadwalkan meninjau lokasi. “Pak Dirjen sendiri yang akan meninjau langsung kesiapan jalur itu,” lanjutnya.

Menurut dia, percepatan perbaikan jalur kereta api Bogor-Sukabumi itu karena dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi. Selain itu, dibanding membuka jalur baru, anggaran yang dikeluarkan untuk menghidupkan kembali jalur tersebut tidak terlalu besar.

“Lintasannya sudah ada, hanya melakukan perbaikan, karena ada beberapa yang mengalami kerusakan. Diharapkan pekerjaan ini sudah selesai menjelang akhir tahun,” tegasnya.

Pengoperasiannya nanti, lanjutnya disesuaikan dengan permintaan pasar. “Kalau permintaan menghendaki adanya pelayanan non ekonomi, ya disesuaikan saja. Tapi tetap kereta ekonomi dilayani, karena jalur itu memang sempat menjadi primadona untuk penumpang kereta kelas ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Dephub Suprapto menyebutkan, ruas jalur KA Bogor -Sukabumi, diprediksi akan menjadi lintasan terpadat. Pasalnya, masyarakat di sekitar Sukabumi dan Bogor sangat berharap angkutan massal itu kembali beroperasi. “Guna mempercepat pengoperasian, Dephub telah memulai pekerjaan, berupa perbaikan rel, persinyalan, pengadaan sejumlah kereta rel diesel (KRD) termasuk perbaikan stasiun,” ungkap Suprapto.

Sejak ambruknya terowongan Lambegan, PT Kereta Api yang sebelumnya mengoperasaikan lintas Bogor-Sukabumi hanya bisa melayani jalur kereta api Bogor – Cianjur – Lambegan, sedangkan jalur Lambegan – Sukabumi masih tertutup. Dephub mentargetkan seluruh pekerjaan sudah selesai di akhir tahun, sehingga harapan masyarakat untuk menggunakan kereta itu dapat segera terwujud. “Revitalisasi itu termasuk memperbaiki terowongan yang ambruk,” jelasnya.(rid/jpnn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1Mjc=&click=Njg=

Selasa, 30 September 2008

Arus Mudik di Terminal Baranangsiang 14.782 Penumpang Sehari

PAJAJARAN - Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Terminal Baranangsiang. Kemarin, kesibukan mewarnai terminal. Ruang tunggu dipadati para penumpang yang akan pulang kampung.

Tampak penumpang hilir mudik dengan barang bawaan yang cukup banyak. Beberapa bahkan memikul barang bawaan yang menumpuk berkarung-karung dan koper-koper besar. Meski dinilai lonjakan penumpang belum signifikan, namun suasana arus mudik dan tumpukan barang bawaan terus memadati terminal itu.

Salah satu bus lintas provinsi misalnya, bus tersebut padat penumpang dari mulai orang dewasa hingga anak-anak. Tumpukan barang bawaan para penumpang menumpuk hingga menggunung di atap bus karena bagasi bus sudah penuh.

Para orangtua yang membawa anak-anak di bawah umur terpaksa harus bersabar menggendong anak-anak mereka. Di balik kaca bus anak-anak itu terlihat stres. Keringat terus mengucur dan tangisan pun menggema.

Ya, itu adalah suasana di salah satu bus ekonomi PT Antar Lintas Sumatera yang siap diberangkatkan dari Terminal Baranangsiang menuju Pulau Sumatera.
Pengelola Terminal Baranangsiang mencatat belasan ribu penumpang naik turun di terminal tersebut.

Data 14.782 Penumpang Sehari yang tercatat sejak pukul 08:00 hingga 18:00 WIB tertanggal 26 September, jumlah penumpang yang naik bus di terminal sebanyak 14.782.
“Data ini kami rekap setiap hari sebagai laporan dan evaluasi, ini belum signifikan,” kata salah satu staf pengelola Terminal Baranangsiang.

Sementara itu, Kepala Terminal Baranangsiang Daden Hidayat menjelaskan, persiapan-persiapan terus dilakukan, seperti mempersiapkan bus-bus cadangan untuk wilayah Jawa dan Sumatera, pos informasi dan kesehatan.

Terminal, kata dia, sudah mempersiapkan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Jenis bus sudah dipersiapkan sebanyak 233 dan mikrobus sebanyak 133 armada. Sedangkan untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) berjenis bus sebanyak 124 dan mikrobus 184 armada.
“Kami juga mempersiapkan bus cadangan sebanyak 82 armada. Bus-bbus itu untuk mengantisipasi bila ada lonjakan penumpang ke wilayah jauh, seperti Jawa dan Sumatera atau lainnya,” urainya.(dra) SumBer: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTkxMDI=&click=MTcz

Menjelang Idul Fitri, Bogor Diguyur Hujan

BOGOR-- Kawasan Kota Bogor dan sekitarnya, pada saat malam takbir, Selasa malam (30/9), sempat diguyur hujan lebat namun selepas salat Isya, hujan mulai mereda.

Meski diguyur hujan, umat Islam setempat tetap bersemangat menggaungkan kebesaran Allah SWT dengan kalimat takbir, tahmid dan tahlil.

Gema takbir itu berkumandang pada setiap musala dan masjid selepas salat Magrib, meski sebagian warga muslim lainnya sudah ada yang melakukannya setelah salat Asar.
Di Masjid Al Muttaqin, Cemplang Baru, Kelurahan Cilendek Barat, ratusan umat Islam selain mengumandangkan takbir, juga disibukkan dengan pembagian zakat fitrah yang dikelola pengurus masjid.

"Walau magrib tadi hujan turun dengan lebat, umat Islam tetap bersemangat untuk bertakbir menyambut hari kemenangan, Idulfitri 1429 Hijriah, setelah sebulan 'berperang' melawan hawa nafsu melalui puasa Ramadan," kata Sofyan, salah seorang jamaah masjid itu.
Tak jauh dari Masjid Al-Muttaqin, di musala Bainal Muttaqin, sejumlah remaja di musala itu juga bertakbir dengan diiringi tabuhan bedug.

Sementara itu, hingga berita ini dilaporkan pukul 21.30 WIB, takbir juga dilakukan di Masjid Agung di Jalan Kapten Muslihat dan Masjid Raya di Jalan Padjajaran. Kedua masjid itu, dikenal sebagai masjid besar di Kota Bogor.

Berdasarkan informasi dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pemkot Bogor, salat id dengan jamaah cukup besar akan dilakukan di lapangan Sempur, dengan khatib Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Herry Suhardiyanto, dan di halaman kampus IPB Baranangsiang,direncanakan khatib adalah cendekiawan muslim, Prof Dr Didin Hafiduddin. Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/5752

Kamis, 18 September 2008

Penyerahan Berkas Calon Anggota DPRD Kota Bogor dari PKS


Sebanyak 54 Calon Anggota DPRD Kota Bogor dari PKS mengucapkan ikrar untuk hidup sederhana, tidak korupsi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat saat penyerahan berkas Calon Anggota DPRD Kota Bogor di Halaman Kantor KPUD Kota Bogor Jl Siliwangi Kota Bogor (18/8/2008)

Selasa, 16 September 2008

Survei: Hidayat, Rizal, Sri Mulyani Tokoh Muda Terpopuler

JAKARTA -- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, dan Menkeu Sri Mulyani
Indrawati menjadi tiga tokoh muda terpopuler berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI)-Johans Polling.

Presiden LRI-Johans Polling, Johan O Silalahi, dalam konferensi pers Polling Nasional "Pemimpin Pilihan Rakyat Menuju Pilpres 2009" di Jakarta, Selasa, mengatakan, dalam survei tersebut, Hidayat dipilih oleh 41,8 persen responden,
Rizal Mallarangeng (13,6 persen), dan Sri Mulyani Indrawati (9,8 persen).

Nama lainnya adalah Sekjen PDIP Pramono Anung (4,9 persen), Presiden PKS Tifatul Sembiring (1,9 persen), Rektor UI Gumilar R Sumantri (1,4 persen), politisi muda Golkar Yuddy Chrisnandi (1,3 persen), pengamat politik Fadjroel Rachman (1,2 persen) dan Sekjen PAN Zulklifli Hasan (1,1 persen).

Sebanyak 2,3 persen responden memilih tokoh-tokoh lainnya, 1,9 persen tidak menjawab dan sebanyak 18,9 persen responden menyatakan tidak tahu.

Dalam survei tersebut juga diketahui bahwa faktor usia tua-muda berpengaruh sebagai pertimbangan rakyat untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden pada Pilpres 2009 mendatang. Sebanyak 54 persen responden menyatakan bahwa usia muda-tua berpengaruh sebagai pertimbangan memilih capres/cawapres dan 46 persen menyatakan faktor usia tidak berpengaruh.

"Satu hal yang pasti, mayoritas responden yakni sebanyak 58 persen memilih capres/cawapres ideal berasal dari usia muda. Artinya, untuk periode 2009-2014 animo masyarakat terhadap pemimpin berusia muda sangat tinggi," kata Johan.

Hal itu, lanjutnya, menjadi ancaman potensial bagi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla atau siapapun yang ingin maju dalam Pilpres mendatang.

Survei dilakukan di 33 provinsi di Indonesia yang meliputi 33 kota dan 99 desa/kelurahan pada 25 Agustus hingga 7 September 2008. Pemilihan sampel responden yang diwawancarai secara tatap muka, menggunakan metode teknik sampling Multi-Stage Cluster (teknik sampling gugus bertahap).

Dari jumlah responden sebanyak 2.400, data yang dinilai absah sebanyak 2.313 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 persen banding 50 persen, dan perbandingan desa dan kota yakni 56 persen dan 44 persen.

Hasil survei atau jajak pendapat tersebut memiliki perkiraan tingkat kesalahan sebesar plus minus 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

SBY teratas
Sementara itu, ketika ditanyakan kepada responden tentang tokoh nasional yang dipilih responden pantas sebagai capres, hasil survei menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono unggul dengan 26,7 persen, disusul Megawati Soekarnoputri 18,7 persen.

Posisi ketiga ditempati Hidayat Nur Wahid 11,3 persen, diikuti Wiranto 7,3 persen, Prabowo Soebianto 6,2 persen, Sri Sultan HB X 4,3 persen, Soetrisno Bachir 2,1 persen, dan lain-lain sebesar 11,8 persen. Sebanyak 10,8 persen menyatakan tidak tahu dan 4,1 persen tidak menjawab.

Sedangkan ketika ditanya siapakah sosok pemimpin yang dinilai baik oleh masyarakat secara umum, mayoritas responden memilih SBY dengan 25,6 persen, diikuti Sri Sultan HB X 22,1 persen, Hidayat Nur Wahid 20,7 persen.
Megawati Soekarnoputri 17,5 persen dan Jusuf Kalla dengan 14,1 persen.

Johan O Silalahi juga menegaskan, survei yang dilakukan lembaganya itu berupaya mengingatkan siapapun pemimpin yang berniat untuk maju dalam Pilpres 2009, hendaknya melihat hasil-hasil survei yang ada. "Kalau berdasarkan survei, popularitasnya tidak bagus, akan lebih baik jika secara 'legowo' memutuskan untuk tidak maju," katanya. ant/is Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3321

Organisasi Pemuda Rencanakan Shalat Id Bersama

JAKARTA -- Sejumlah organisasi kepemudaan Islam berencana melakukan shalat Idul Fitri bersama pada 1 Syawal 1429 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008.

Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Gunawan Hidayat di Jakarta, Selasa, mengatakan shalat Idul Fitri bersama itu akan dilakukan di Gelora Bung Karno, Jakarta. "Yang akan bergabung antara lain dari Pelajar Islam Indonesia, Ikatan Remaja Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, PERSIS, Gerakan Pemuda Islam dan FKPPI," katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia Nasrullah menambahkan, shalat Idul Fitri di lapangan olah raga berkapasitas 20 ribu orang itu rencananya diimami oleh KH Zainuddin MZ dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai khatib.

"Pak Din sudah menyatakan bersedia, tapi untuk KH Zainuddin MZ kami masih menunggu konfirmasi kesediaan," katanya.

Panitia Penyelenggara, katanya, juga berencana mengundang tokoh-tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas, Bachtiar Chamsyah, Akbar Tanjung, Rhoma Irama, Tantri Abeng dan Sofyan Djalil untuk mengikuti shalat Idul Fitri bersama para pemuda. (ant/ah) Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3329

Kasus DBD Mulai Turun, Diimbau Tetap Waspada

PAJAJARAN - Kota Bogor mulai diguyur hujan lagi. Meski intensitasnya tidak tinggi tapi cukup untuk memberi ruang nyamuk berkembang biak. Meski begitu, data dari rumah sakit, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) belum mengalami peningkatan berarti.

Seperti jumlah pasien di RS PMI. Pasien DBD yang terdata sejak Juni terus mengalami penurunan. Pada Juni ada 67 kasus, Juli 48 kasus, Agustus 42 kasus, dan hingga 10 September tercatat baru ada 10 penderita DBD.

Kendati demikian, Ketua tim surveilans RS PMI Habib Priyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kasus DBD mulai meningkat di bulan Oktober sampai Desember. “Jadi untuk saat ini sepertinya belum ada peningkatan jumlah penderita DBD yang cukup signifikan. Musim hujannya belum datang. Kalaupun turun hujan itupun tak tiap hari. Sekalipun turun hujan tinggi sekali (deras),” terangnya. Pada akhirnya, tak memberi kesempatan nyamuk untuk berkembang biak.

Maka dari itu, Habib mengimbau masyarakat untuk senantiasa melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan hidup bersih dan sehat di lingkungannya.

Ia mengatakan untuk tahun ini kasus DBD tak setinggi tahun lalu. Walaupun begitu, RS PMI tetap waspada. “Kami sudah siap veltbed untuk berjaga-jaga kalau jumlahnya meningkat. Tapi sejauh ini masih bisa tertangani dan ruangannya cukup,” katanya.

Senada dengan Habib, Kepala UGD RSMM Pudji Hartini mengatakan sejak Agustus penderita DBD mengalami penurunan. “Justru pada bulan tersebut lebih banyak penderita diare,” katanya. Adapun kasus DBD yang ditangani di RSMM sejak Januari tercatat 70 kasus, Februari 108 kasus, Maret ada 108 kasus, April 103 kasus, Mei 128 kasus, Juni 115 kasus, Juli 141 kasus, dan Agustus 85 kasus.

Tapi, Pudji memprediksikan jumlahnya akan meningkat bulan ini. Mengapa? “Saya melihatnya dari cuaca. Karena belakangan ini Kota Bogor kembali diguyur hujan,” ujar Pudji.

Disamping itu, sambung wanita berkerudung ini, penderita umumnya datang dengan jumlah trombosit 60 atau dibawah jumlah trombosit normal. Ia mengaku RSMM senantiasa siap siaga menampung para pasien DBD. Tentunya, tetap disesuaikan dengan kapasitas ruangan. “Selama ini kami selalu berkordinasi dengan rumah sakit lain. Jika tidak tertampung di RSMM kami rujuk ke rumah sakit lain. Atau kami laporkan ke Dinkes. Meski begitu, sampai saat kami masih bisa menampung,” pungkasnya. (rtn) Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTgzMjU=&click=MA==

ESQ EXECUTIVE IN HOUSE TRAINING MENPORA RI


Karnain Asyhar (paling kanan) bersama pimpinan Organisasi Kepeloporan Pemuda (OKP) se-Indonesia saat rehat Emotional and Spiritual Quotion (ESQ) Executive In House Training Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI di Menara 165 Jakarta

Rabu, 03 September 2008

WIRID WANITA DI GERBONG AC-EKONOMI

Pagi ini, suasana gerbong KRL AC-Ekonomi Bogor-Jakarta tidak banyak berbeda dengan hari-hari biasanya. Sebagian penumpang duduk nyaman di bangku kereta yang berbusa. Penumpang lainnya ada yang berdiri bergantungan, sebagian lainnya menggelar kertas koran untuk duduk di sekitar pintu gerbong kereta yang tak terbuka.

Penumpang yang duduk di bangku, sebagian bercakap-cakap dengan penumpang disebelahnya. Sedikit yang sibuk membaca dan membolak-balik halaman koran yang dibelinya sebelum naik kereta. Sebagian lagi ada yang tertidur pulas sepanjang perjalanan, mungkin karena semalaman menyibukkan diri untuk tadarus al-Quran dan shalat malam. Ia efektifkan waktunya untuk istirahat di kereta .

Sejenak mata tertegun melihat pemandangan yang tak biasanya terlihat. Sepasang mata yang melempar pandangan ke salah satu pinggir gerbong dekat pintu yang tertutup, tampak seorang wanita muda berkaos coklat lengan panjang, tak berkerudung sedang memegang 'buku saku' yang berukuran mungil. Terlihat bibirnya bergerak melafadzkan kalimat-kalimat dzikir.

Terbaca dari sampul buku mungil itu, wirid ma'tsurat. Subhaanallah... Suasana kereta tidak menghalanginya untuk tetap melanggengkan bacaan dzikir yang dicontohkan Rasulullah SAW. Nampaknya, wanita tak berjilbab itu menginginkan waktu Ramadhannya produktif dengan membasahi lidahnya dengan dzikir (mengingat Allah SWT). "Dan hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.." (QS Al-Ra'du: 28).

S
emoga kita mampu membiasakan diri untuk membaca wirid harian agar kita semakin dekat dengan Allah SWT. Kedekatan kita denganNya akan mendatangkan berbagai kemudahan dan pertolongan dalam setiap langkah perjuangan yang kita upayakan. Semoga. Amin.

Pembangunan Tol Bogor Ring Road Digeber

BOGOR - Mega Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road (BRR) yang menghubungkan Sentul-Kota Bogor memasuki babak baru. Kemarin, pembangunan itu sudah memasuki pembangunan fisik pondasi tiang pancang sesi pertama. Sejumlah tiang pancang nampak berjejer panjang di Kampung Selaawi Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara.

Lahan yang sempat ramai diperdebatkan itupun kini sudah rata dengan tanah, hanya ada dua rumah dan satu bangunan mushala yang masih berdiri ditengah-tengah pengerjaan mega proyek tersebut.

Tiga bangunan itu disebut-sebut belum dibebaskan karena menunggu pembebasan tahap kedua. Sementara disisi kanan dan kirinya puluhan alat berat beroperasi mengerjakan pembangunan tiang-tiang pancang tersebut.

Sore kemarin, para pekerja PT Adhi Karya (Persero) terus menggeber pengerjaan tahap pertama. Beberapa tiang pancang penahan jalan tol yang akan dibangun masih dalam pengerjaan pondasi tapi ada juga sudah setengah berdiri.

Jalan Tol sepanjang 11 kilometer yang dibagi menjadi tiga seksi itu terus digeber. Sesuai rencana pembangunan jalan tersebut terbagi menjadi beberapa sesi.

Sesi pertama dari Sentul Selatan-Kedung halang sepanjang 3,8 kilometer, seksi Kedua Kedung Halang-Simpang Yasmin sepanjang 4 kilometer dan sesi ketiga Simpang Yasmin-Dramaga sepanjang 3,2 kilometer.

Jumlah lajur untuk masing-masing sesi direncanakan 2x2 lajur dan pada tahap selanjutnya akan menjadi 2x3 lajur. Jumlah simpang susun di jalan tol tersebut akan dibangun di tiga lokasi yaitu simpang Susun Yasmin, simpang Susun Kedung Halang dan simpang susun Pangeran Sogiri.

Sedang tipe perkerasan yang digunakan adalah rigid pavement (beton semen) untuk lajur lalu lintas dan flexible pavement (beton aspal) untuk bahu jalan.

Untuk tahap awal yang akan dibangun adalah sesi satu dengan pertimbangan untuk mengurangi kemacetan di pusat Kota Bogor sehingga aksesibilitas menuju Kota dan Kabupaten Bogor dapat lebih meningkat.

Seksi satu ini nantinya akan dibangun at grade (diatas tanah) yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dan Konsultan pengawas oleh PT Indect Internusa sebagai pelaksana konstruksi .

Sementara itu Ade (76) warga sekitar yang rumah kontrakannya masih berdiri mengatakan, rumah dan mushalla tersebut belum dibebaskan. Mungkin, sambungnya, akan di bebaskan pada tahap ketiga.

“Yah sekarang tinggal kami saja yang ada disini seluruh lahan di kampung ini sudah rata. Padahal dulu tanah-tanah ini adalah kuburan semua dan sudah dibebaskan pada tahap kedua,” kata Ade sambil menunjukkan jalan yang sudah rata itu. (Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc0ODk=&click=Mjc=)

Selasa, 02 September 2008

8 Amanah Pemenangan Pemilu


  1. Meningkatkan taqorub pada Allah dan meniatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah semua amal dalam pemenangan pemilu 2009 sebagai ibadah jihad politik.
  2. Meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader da’wah sebagai sumber kekuatan syarat kemenangan
  3. Memekarkan struktur partai sampai seluruh desa agar da’wah dapat menjangkau seluruh jengkal tanah republik yang telah diamanahkan Allah sebagai media da’wah tanpa kecuali
  4. Memperbanayk silaturahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol mereka karena perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka semua.
  5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta pada seluruh warga masyarakat kapan dan dimanapun menerima mereka, karena itu mendekatkan hubungan batin dengan rakyat sekaligus sedekah yang murah dan meriah.
  6. Meningkatkan pelayanan pada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya karena cinta kepada rakyat harus dibuktikan dengan pelayanan yang tulus dan tidak kenal lelah.
  7. Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.
  8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik.

(Ketua TPPN, M Anis Matta)
Sumber: http://pks-jakarta.or.id/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=735&mode=thread&order=0&thold=0

Underpass Mulai Digunakan Tak Ada Lagi yang Melintasi Rel

KH SHOLEH ISKANDAR – Warga Bogor akhirnya bisa menggunakan underpass setelah menunggu hampir satu tahun. Kemarin, PT Istaka Karya membuka jalur underpass untuk umum, meski masih tahap uji coba.

“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan uji coba pada jalur underpass. Kami ingin melihat dampaknya dengan adanya underpass, apakah bisa mengatasi kemacetan yang terjadi di KH Sholeh Iskandar,” jelas Koordinator Pengerjaan Underpass PT Istaka Karya Budi Suwarno kepada Radar Bogor.

Pada uji coba yang dilakukan kemarin, kemacetan total yang sering terjadi di perempatan Kebonpedes Bojonggede sudah tidak terlihat. Sebagian besar pengendara sudah melewati underpass, meski jalur melalui jalan kereta masih dibuka.

“Ini kan masih percobaan. Jadi, nanti kendaraan tidak akan melewati jalur kereta. Semua pengendara melintasi underpass dan jalan kereta netral. Tapi, pintu kereta tetap digunakan,” jelasnya.

Saat ini, tambah Alfian, pengerjaan underpass memasuki tahap Tak Ada Lagi yang Melintasi Rel
finishing, tinggal meratakan jalan u turn dan pemasangan dinding aluminium. Sedangkan PJU, Istaka Karya memastikan akan beroperasi dalam waktu dekat.

“Sekarang kami sedang memindahkan saluran irigasi ke rel kereta. Saluran irigasi tersebut tidak lagi terbentang di wilayah underpass,” katanya.

Bagaimana komentar pengguna jalan? Sebagian besar pengguna jalan mengaku sangat merasakan manfaat dibukanya underpass kemarin, karena mereka tidak lagi merasakan kemacetan.

“Kendaraan tidak lagi numpuk di jalan kereta, karena underpass sudah bisa dilewati. Jadi, saya bisa menghemat waktu,” jelas seorang pengendara Safri warga Bukit Cimanggu City.

Kendati begitu, ada juga beberapa warga yang masih mengharapkan agar underpass secepatnya rampung total. “Biarpun bisa dilewati, tapi belum tertata. Saya tahu ini cuma uji coba. Tapi, saya harap ke depannya underpass tertata rapi dan sesuai harapan warga Bogor selama ini,” harap pengendara lainnya warga Kebonpedes Rio.

Dengan rampungnya underpass, DLLAJ Kota Bogor sudah menyiapkan skenario rekayasa lalulintas. Kemarin, Kasi Rekayasa Lalulintas Ahmad Mulyadi menjelaskan, ke depan underpass dibagi menjadi dua jalur sebagai lintasan bebas hambatan. Lalulintas di sepanjang Jalan KH Sholeh Iskandar dipastikan lancar, mengingat rekayasa lalulintas sudah disiapkan.

Pertama, jelas pemilik otoritas lalulintas Kota Hujan ini, underpass dibuat dua jalur untuk kendaraan yang melintas dari dua arah berlawanan. Sedangkan dua jalur lainnya untuk kendaraan yang akan berputar menuju Jalan Kebonpedes dan Cilebut.

Meskipun demikian, Mulyadi mengaku belum mendapat laporan resmi dari pengembang PT Istaka Karya mengenai rekayasa lalulintas tersebut. Secara prinsip, rekayasa lalulintas di-underpass sudah dibahas bersama pengembang megaproyek itu.

“Rekayasanya seperti itu, ada lingkaran u turn dekat rel kereta api. Itu untuk kendaraan yang memutar dan bagi yang tidak melintasi underpass. Intinya, tidak ada kendaraan yang melintasi rel kereta api,” bebernya.
Menurut dia, akan ada dialog lebih lanjut dengan PT Istaka Karya mengenai pemberlakuan underpass.

Bila pembangunan benar-benar rampung, rekayasa lalulintas yang sudah direncanakan bisa berjalan sesuai harapan jalan alternatif yang tidak lagi macet.(ren/dra) (Sumber Radar Bogor 2/9/2008 http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc0MzM=&click=ODc=)

Sabtu, 30 Agustus 2008

Muskerwil PKS Digelar di Indramayu

INDRAMAYU -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir H Tiffatul Sembiring, menegaskan komitmen partainya untuk mengusung calon pemimpin yang berusia di bawah 50 tahun (balita) pada 2009 mendatang. Dengan kepemimpinan muda, dia yakin, berbagai perubahan bangsa dapat terwujud.

''Kepemimpinan nasional sekarang dipenuhi oleh (generasi) tua yang terlalu lambat mengambil keputusan,'' ujar Tiffatul, dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PKS DPW Jabar, di Kabupaten Indramayu, Jumat (29/8).Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminudin; Ketua DPW PKS Jabar, Taufik Ridho; Kordapil VIII PKS Jabar, Anwar Yasin; dan Ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa.

Selain itu, kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari hingga 30 Agustus 2009 itu juga dihadiri 400 orang perwakilan dari DPD PKS se-Jabar, ratusan kader PKS, serta tokoh lintas parpol, ormas, dan OKP. Dalam kesempatan itu, Tiffatul juga mengaku punya 10 agenda nasional terkait dengan kepemimpinan nasional, KKN, reformasi birokrasi, dan sebagainya.

Ketika disinggung mengenai capres dan cawapres yang akan diusung PKS, Tiffatul mengungkapkan, hal itu akan diputuskan oleh Majelis Syuro yang beranggotakan 99 orang dari 33 provinsi. Untuk mengambil keputusan soal capres dan cawapres, kata dia, lembaga tertinggi PKS itu akan mendasarkannya pada survei, dan masukan dari para kader serta masyarakat.

Tiffatul menambahkan, jika perolehan suara PKS mencapai 20 persen, maka pihaknya akan mengusung kader internal, baik untuk menduduki kursi presiden ataupun wakil presiden. Namun jika perolehan suaranya kurang dari 20 persen, maka pihaknya akan mempertimbangkan calon dari eksternal.

Selain itu, lanjut Tiffatul, untuk membentuk pemerintahan yang kuat di parlemen, memang dibutuhkan kombinasi. Dia menerangkan, kombinasi itu bisa berupa gabungan nasionalis-Islam, sipil-militer, Jawa-luar Jawa, dan sebagainya. ''Kita juga minimal harus menguasai 40 persen dari 550 kursi di parlemen,'' tutur dia menegaskan. (Sumber: Republika, 29/82008 www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/6392)

Rabu, 27 Agustus 2008

Perbaikan Draf Raperda Pendidikan Belum Tuntas

BOGOR - Penyempurnaan draf rancangan peraturan daerah (raperda) Pendidikan yang diserahkan DPRD kepada pemkot untuk disempurnakan, rupanya belum tuntas. Bahkan, raperda tersebut baru satu kali dibahas. Hal itu diakui salah satu tim perumus Raperda Pendidikan, Fri Suhara. “Raperda Pendidikan sampai saat ini belum selesai diperbaiki sebab baru satu kali dibahas,” ujar Fri.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Bogor tersebut menambahkan, draf yang diserahkan DPRD ke tim perumus masih banyak yang perlu diperbaiki. Makanya, sebelum dibahas lebih lanjut, kita serahkan dulu ke bagian hukum untuk diperbaiki landasan hukumnya.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada kabar dari bagian hukum apakah draf out sudah diperbaiki atau belum. “Kita masih menunggu kapan draf Raperda Pendidikan itu dibahas lagi,” tambah Fri.

Ketua Komite SMAN 7 tersebut sependapat dengan pandangan Direktur Lanskip, Abdul Rachmat Saleh agar Raperda Pendidikan diparipurnakan dan ditetapkan sebagai Perda sebelum masa jabatan Walikota Bogor, Diani Budiarto berakhir atau sebelum pemilu legislatif 2009 dilaksanakan .

Karena itu, Fri berjanji untuk segera mengkoordinasikannya dengan tim perumus agar pembahasan Raperda Pendidikan dipercepat. “Kita sudah komitmen untuk segera menyerahkan kembali draf Raperda Pendidikan ke DPRD paling lambat pertengahan September,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, kata dosen FE dan FH Unpak dan FEM IPB itu, pihaknya segera membahas Raperda Pendidikan secara maraton. “Pembahasannya akan dilaksanakan secara maraton inimal empat kali sebelum diserahkan ke DPRD,” tambah Fri. (Radar Bogor, 28/8/2008; http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTcxNDg=&click=MTY=)

Selasa, 26 Agustus 2008

Perempuan Digembleng Politik

JUANDA - Pemerintah Kota Bogor bekerjasama dengan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) menyelenggarakan kegiatan pembekalan perempuan dibidang politik di Ruang Rapat 3 Balaikota, kemarin. Hal ini berkaitan dengan sosialisasi Undang-Undang Pemilu No 10 Tahun 2008 tentang pemilu dalam pemberdayaan politik perempuan.

Pembekalan perempuan dibidang politik ini diikuti 100 peserta. Terdiri dari anggota KPPI Kota Bogor, unsur partai politik, KNPI, serta unsur organisasi wanita.

Asisten Sosek Bambang Hermanto berharap dari hasil peningkatan kesejahteraan ini, maka kaum perempuan di Kota Bogor khususnya dapat lebih memahami hal-hal yang menjadi hak dan kewajibannya dalam kehidupan berpolitik. Tentunya, sesuai dengan ketentuan yang terdapat didalam Undang-undang No.10 Tahun 2008 tentang pemilu.

Ia mengatakan dalam UUU No 10 tahun 2008 tentang pemilu diantaranya tercantum perihal kuota 30 persen bagi kaum perempuan dilembaga legislatif. Artinya undang-undang tersebut mendorong agar komposisi jumlah kaum perempuan yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat Provinsi maupun DPRD Tingkat Kota dan Kabupaten bisa semakin berimbang dengan kaum pria.

Hasil pemilu pada tahun 2004 di Kota Bogor menggambarkan masih rendahnya keberadaan perempuan. Dari 45 anggota DPRD Kota Bogor hasil pemilu 2004, wakil rakyat wanita hanya lima orang atau sama dengan 11,11 persen dari total anggota dewan. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari kuota jumlah kaum perempuan di lembaga legislatif.

Ketua KPPI Kota Bogor Ana Ariana Edi Suryaman berharap acara ini membawa pencerahan dan manfaat bagi kaum perempuan dalam upaya membangkitkan semangat juang dibidang politik. Sehingga perempuan dapat duduk sejajar dengan kaum pria untuk berperan aktif membangun Kota Bogor.

Ada dua agenda besar bagi KPU dan parpol. Yakni verifikasi bakal calon angota DPRD Kota Bogor, penetapan, pengumuman calon walikota dan wakil walikota, dan juga penentuan nomor urut dalam rangka pemilihan walikota dan wakil walikota Kota Bogor periode mendatang. (Sumber Radar Bogor 27/8/2008, http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTcwOTA=&click=Mw==)

Senin, 25 Agustus 2008

Harga Elpiji Naik, Barang Langka

Gas elpiji kemasan 12 kilogram (kg) dan 50 kilogram mengalami kelangkaan kemarin (25/8) bersamaan dengan berlakunya kenaikan harga untuk komoditas tersebut.

PT Pertamina menetapkan harga jual elpiji 12 kg sebesar Rp69 ribu, naik dari harga semula Rp63 ribu per tabung. Elpiji 50 kg naik dari Rp349 ribu menjadi Rp365 ribu. Harga elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah, tetap Rp13 ribu per tabung.

Selain barang langka, harga elpiji di pasaran melampaui ketetapan Pertamina. Misalnya elpiji 12 kg di sejumlah tempat di Jakarta mencapai Rp80 ribu.

Fatkia, akunting PT Satria Bakti Pertiwi selaku distributor elpiji wilayah Rawasari, Jakarta Timur, mengatakan kelangkaan elpiji membuat dia kewalahan melayani agen. "Produsen membatasi pasokan ke distributor. Biasanya dalam sehari bisa dua kali pesan, sekarang tidak bisa lagi," ujar Fatkia ketika ditemui Jurnal Nasional, Senin (25/8).

Fatkia mengatakan PT Satria Bakti Pertiwi biasanya mendapatkan elpiji dari Pertamina, PT Nur Alam, dan PT Suryandra Nusa Bhakti. Satu produsen membatasi pasokan elpiji 50 kg sebanyak 10 tabung, 12 kg sebanyak 110 tabung, dan 3 kg sebanyak 500 tabung.

"Kami terpaksa membatasi pasokan ke agen dengan cara bergulir dengan agen yang lain. Permintaan yang terlalu banyak dari konsumen tidak dapat dilayani oleh distributor karena stok kurang, " katanya.

Merry, agen elpiji di Pasar Manggarai, Jakarta Selatan, mengatakan harus sikut menyikut untuk mendapatkan elpiji dari distributor. "Kami jadi bersaing untuk mendapatkan barang. Stok untuk elpiji tabung besar sampai saat ini masih kosong. Yang banyak hanya tabung kecil. Sulit untuk mendapatkan yang besar."

Semenjak kenaikan harga, Merry menjual elpiji untuk tabung 12 kg seharga Rp80 ribu, sedangkan tabung 3 kg seharga Rp15 ribu.

Kelangkaan juga terjadi di Tangerang. Menurut Haji Ibrahim, pengusaha rumah makan di Tangerang yang ditemui Senin (25/8), seminggu ia membutuhkan 70 tabung gas elpiji ukuran 12 kg. Namun karena langka, dari agen ia mendapatkan 20 tabung saja.

Di Depok, Jawa Barat, elpiji susah ditemukan. Penyalur gas Andi di Kecamatan Beji, menyatakan sejak kenaikan harga gas elpiji mencuat, dirinya belum menerima pasokan dari agen gas di Cilandak.

Kejadian tersebut sudah berlangsung empat hari. "Saat saya menelepon agen, mereka bilang belum ada kiriman dari Pertamina," kata Andi, Senin (25/8). Padahal, biasanya tokonya selalu mendapat pasokan dua hari sekali.

Dia mengakui, permintaan elpiji meningkat belakangan ini. Andi menyetok 100 tabung gas 3 kg dan 12 tabung ukuran 12 kg, namun permintaan gas 3 kg kini mencapai 200 tabung.

Di Yogyakarta, elpiji 3 kg juga mengalami lonjakan permintaan. "Banyak permintaan sejak ada isu kenaikan, bahkan rata-rata bisa menjual 20 tabung dalam satu minggu," kata Irwanto, pedagang di Glagahsari, Yogyakarta.

Siswanto, Wakil Ketua Hiswana Migas Yogyakarta, menyatakan untuk pengawasan elpiji isi 3 kg, pemerintah daerah perlu menetapkan aturan untuk pengendalian harga. Salah satunya dengan menerbitkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti minyak tanah.

Menanggapi kelangkaan elpiji, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan pemerintah harus memperbaiki mekanisme distribusi elpiji. "Jangan sampai terjadi migrasi dari konsumen yang memakai elpiji kemasan 12 kg pindah ke kemasan 3 kg," ujarnya. Ia mengatakan subsidi harus diamankan dari konsumen rumah tangga yang tergolong kaya.

Pertamina memandang kelangkaan ini sebagai reaksi sesaat. "Semua akan kembali normal dalam waktu tiga atau empat hari lagi," kata juru bicara Pertamina, Wisnuntoro. Stok Pertamina cukup untuk 17 hari sesuai kebutuhan normal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah tidak mengatur harga elpiji 12 kg. "Elpiji 12 kg tidak mendapat subsidi pemerintah, jadi diatur mereka sendiri," katanya di Jakarta, Senin (25/8).

Jenis bahan bakar yang mendapat subsidi hanyalah premium, minyak tanah, solar dan elpiji 3 kg. Harga Elpiji juga masih di bawah harga keekonomian. Akibatnya Pertamina merugi sekitar Rp6,5 triliun per tahun dari bisnis elpiji. (Sumber Jurnal Nasional 26/8/2008 http://www.jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&sec=Halaman%20Muka&rbrk=&id=62831&detail=Halaman%20Muka)

Lima Pasangan Resmi Jadi Calon

BOGOR - KPU Kota Bogor menetapkan lima pasangan bakal calon (balon) walikota dan wakil walikota Bogor menjadi peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Bogor, 25 Oktober mendatang.

Itu setelah rapat pleno KPU pada Minggu (24/8) di kantor KPU, Jalan Siliwangi No. 66 sekitar pukul 10:00 WIB.

Pasangan ini berdasarkan surat keputusan KPU Kota Bogor nomor 60/2008, 24 Agustus 2008.
Sedangkan kelima pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor itu masing-masing adalah Diani Budiarto-Achmad Ru’yat, Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda, Syafei Bratasendjaja-Akik Darul Tahkik, Imam Santoso-Achmad Chusaeri dan Iis Supriatini-Ahani.

Diani Budiarto-Achmad Ru’yat merupakan calon yang diusung koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, PDIP, Partai Patriot, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Serikat Indonesia (PSI), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) dan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK).

Akumulasi suara ini mencapai 58,43 persen atau 269.298 suara sah hasil Pemilu 2004.

Pasangan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda diusung lima parpol, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Pelopor. Dengan akumulasi suara 19,38 persen atau 89.332 suara sah pada Pemilu 2004.

Selanjutnya, Iis Supriatini-Ahani, diusung empat parpol, yakni Partai Demokrat, Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dengan akumulasi suara 16,85 persen atau 77.682 suara sah pada Pemilu 2004.

Sementara dari jalur perseorangan, pasangan Syafei Bratasendjaja-Akik Darul Tahkik, memperoleh dukungan sah sebanyak 38.326 pendukung, sedangkan pasangan Imam Santoso alias Ki Gendeng Pamungkas (KGP)-Achmad Chusaeri, memperoleh dukungan sah 41.932 pendukung.

”Kami resmi menetapkan lima pasangan ini sebagai peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bogor 25 Oktober mendatang,” ujar Ketua KPU Kota Bogor, Radjab Tampubolon, kepada Radar Bogor, usai Pleno KPU, Minggu (24/8) siang.

Radjab mengaku, segera mengumumkan dan menyampaikan hasil penetapannya itu kepada masing-masing pasangan calon. ”Kami langsung sampaikan kepada masing-masing calon, besok (hari ini.red) baru pengumumannya,” tutur Radjab.

Menurutnya, kelima pasangan tersebut sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan, sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pencalonan.

"Semua persyaratan sudah mereka penuhi, mulai dari administrasi hingga pemeriksaan kesehatan. Hasilnya memenuhi syarat, sehingga kita tetapkan kelimanya sebagai pasangan calon peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bogor Oktober nanti," terang Radjab. (Sumber : Radar Bogor, 25/10/2008, http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTY5ODc=&click=NjA=)

Kamis, 21 Agustus 2008

Penganggur Terdidik 4,5 Juta

Jakarta, Kompas - Sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas. Rendahnya daya adaptasi lulusan sekolah formal memenuhi tuntutan pasar kerja kian menjadi persoalan mengatasi pengangguran.

Ironisnya, kondisi ini berlangsung saat perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir, yakni 6,3 persen. Pemerintah harus lebih fokus pada peningkatan kompetensi dan keahlian angkatan kerja untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru.

Demikian salah satu poin yang mencuat dari laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 Organisasi Buruh Internasional (ILO). Ekonom ILO Jakarta, Kee Beom Kim, Kamis (21/8) di Jakarta, mengatakan, sebanyak 50,3 persen penganggur tahun 2007 berpendidikan SMA dan lebih tinggi.

”Peningkatan kualitas pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi pemerintah untuk ke depan,” kata Kim.

Penganggur terdidik termasuk berusia muda, yakni 15-24 tahun, berjumlah 5.660.036 orang.

Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang tidak bekerja. Meskipun jumlah penganggur terdidik meningkat, secara umum jumlah penganggur terbuka menurun dari sebelumnya 10.011.100 orang.

Peningkatan kompetensi

Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sri Moertiningsih Adioetomo, mengatakan, pemerintah harus lebih fokus meningkatkan kompetensi dan keahlian para siswa SMA, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan mahasiswa sejak mereka masih dididik.

”Pemerintah harus fokus pada pembinaan generasi muda yang bakal masuk ke pasar kerja sejak mereka masih sekolah. Mereka sangat berpotensi dan mampu menyerap berbagai hal yang bisa meningkatkan kompetensi dan keahliannya sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Moertiningsih.

Secara terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan, upaya pengurangan harus dimulai dari hulu, yaitu pembenahan sistem pendidikan. Tanpa peningkatan kompetensi sejak awal, laju pengangguran sulit dibendung.

Integrasi kebijakan

Menurut Erman, Depnakertrans, Departemen Pendidikan Nasional, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia sejak 13 Februari 2007 bekerja sama menyinkronkan pemahaman kebutuhan pasar kerja dengan dunia pendidikan. Kerja sama ini mencakup tiga hal, yakni pemahaman hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha, kebutuhan pasar kerja, serta pengenalan peraturan ketenagakerjaan.

”Minimnya kompetensi dan keahlian lulusan sekolah formal terlihat dalam bursa-bursa kerja yang semakin sering diselenggarakan sejak tahun 2006. Meskipun peminat setiap bursa membeludak, hampir 30 persen lowongan kerja yang tersedia tidak terisi karena pelamar tidak memenuhi kriteria pemberi kerja. Artinya, lapangan kerja tersedia, kompetensi peminat tak memenuhi persyaratan yang diminta,” kata Erman.

Depnakertrans juga telah menyelenggarakan program three in one, yakni pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, sejak tahun 2007. Sebanyak 162 balai latihan kerja direvitalisasi sejak 2006 guna meningkatkan kompetensi dan keahlian calon tenaga kerja.

Lapangan kerja

Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Neraca dan Analisis Statistik Slamet Sutomo mengingatkan, persoalan krusial dalam kemelut pengangguran adalah melemahnya kemampuan pertumbuhan ekonomi untuk menyediakan lapangan kerja formal. ”Tahun 2008, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi menambah 702.000 tenaga kerja. Tetapi, ada tren semakin besar yang masuk ke sektor informal. Padahal, yang dibutuhkan adalah penyerapan tenaga kerja pada sektor formal,” ujar Slamet.

BPS mengidentifikasi sekitar 70 persen pekerja berada di sektor informal. ”Jika asumsi itu dipakai pula pada penambahan tenaga kerja baru, artinya dari 702.000 tenaga kerja baru yang bertambah setiap 1 persen pertumbuhan, hanya sekitar 210.000 tenaga kerja yang masuk ke sektor formal,” katanya.

Sektor formal yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah industri pengolahan, sementara pekerjaan informal terutama disediakan oleh sektor pertanian, perdagangan, dan pengangkutan.

Menurut Slamet, hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi makin bertumpu pada sektor jasa. Padahal, sektor jasa, seperti komunikasi dan keuangan, kurang menyerap tenaga kerja. Sebaliknya, pertumbuhan sektor industri pengolahan yang paling banyak menyerap tenaga kerja makin lemah. (Kompas, 22/08/2008)

RELA MENINGGALKAN KURSI UNTUK ORANG LAIN


Dalam sesak padat penumpang dan panas gerbong KRL Ekonomi Bogor-Jakarta, terhembus kesejukan budi baik sesosok pemuda tak berkumis dan berjenggot tipis. Dengan setelan baju kontornya yang sederhana, ia bergegas berdiri dari bangku yang ia duduki sejak di Stasiun Bogor, begitu melihut ibu tua yang melangkah agak menyeret kakinya menaiki gerbong ke-2 di Stasiun Cilebut. Dengan lembut dan sopan, pemuda yang berwajah bersih bersinar itu mempersilahkan wanita bercucu itu duduk di bangku yang ia tinggalkan. "Terima kasih, Nak" Sambut Nenek itu sambil tersenyum.

Cuplikan fragmen singkat di atas mengguratkan pesan moral yang sangat mendasar bagi kehidupan kita di luar gerbong kereta ekonomi. Pertama, Kerelaan untuk meninggalkan kenikmatan posisi yang dimilikinya karena melihat ada sosok lain yang lebih tepat dan berhak untuk mendapatkan kedudukan tersebut. Kenyataan saat ini, susah mendapatkan orang-orang yang sudah menduduki jabatan 'basah' kemudian rela meninggalkannya untuk orang lain. Malah, jabatan-jabatan tersebut cenderung untuk dipertahankan dan orang yang dianggap akan mengganggu dan menggeser posisinya akan dimusuhi. Kedua, langkanya sikap mental pemuda budiman di atas tentunya tidak lahir tiba-tiba. Pemuda semacam ini lahir dari ketekunan proses pembinaan kepribadian yang kontinu dan matang. Tumbuhnya pemuda seperti ini harus diupayakan terus menerus. Jumlahnya harus dilipat gandakan, sehingga hembusan hawa sejuk tidak hanya muncul ditengah gerbong kereta yang panas. Tetapi, dalam kehidupan di luar gerbong yang 'keras dan panas' juga akan menghembus 'angin mamiri' yang menyebar ke seluruh penjuru negeri. Semoga... Amin.

Karnain Asyhar, Bogor-Cawang

Minggu, 13 Juli 2008

Pertanian dengan Prinsip Syariah

Oleh:
Prof Dr KH Didin Hafidhuuddin
Guru Besar IPB dan Ketua Umum BAZNAS

Pertanian adalah sektor yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia. Ia adalah salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional.

Ada beberapa hal yang menjadi indikator pentingnya sektor ini. Pertama, ditinjau dari besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki. Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan angkatan kerja masih sangat besar dan signifikan. Ketiga, menjadi basis pertumbuhan pedesaan. Bahkan tidak hanya itu, sektor pertanian juga berpotensi dalam mengurangi angka kemiskinan.

Dalam sebuah riset terbaru ADB (Asian Development Bank) dinyatakan bahwa setiap sektor pertanian tumbuh 10 persen maka jumlah orang miskin akan berkurang 1,5–12 persen (Susila, 2008). Studi ini menunjukkan bahwa pertanian sampai kapan pun harus tetap mendapat perhatian yang besar dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Bahkan, di negara-negara maju yang menjadikan sektor industri dan jasa sebagai tulang punggung perekonomiannya, perhatian dan keberpihakan terhadap sektor pertanian sedemikian kuatnya. Sebagai contoh, subsidi untuk seekor sapi di Uni Eropa mencapai 2,5 dolar AS setiap harinya, jauh lebih besar dari pendapatan 75 persen masyarakat Sub-Sahara Afrika yang rata-rata berada di bawah 2 dolar AS per hari. Demikian pula petani di Jepang, yang diproteksi dengan tarif tinggi, yang mencapai angka di atas 400 persen. Mereka mengampanyekan liberalisasi ekonomi, tetapi petaninya tetap dilindungi.

Sejarah Islam dan pertanian

Sesungguhnya ajaran Islam sangat menaruh perhatian yang luar biasa terhadap sektor pertanian. Salah satu contohnya adalah diperbolehkannya skema bai’ as-salam oleh Rasulullah SAW untuk dipraktikkan oleh kaum Muslimin, padahal segala jenis forward transaction pada umumnya dilarang.

Bai’ as-salam adalah praktik jual beli di mana pembeli diwajibkan membayar di muka seluruh harga barang yang disepakati, setelah sebelumnya menetapkan jenis dan kualitas produk yang diinginkan. Sedangkan penjual, dalam hal ini adalah petani, berkewajiban menyerahkan produk hasil pertaniannya pada tanggal tertentu pada masa depan, dengan kualitas yang sesuai dengan kesepakatan.

Dalam skema ini, harga yang dibayarkan oleh pembeli biasanya berada di bawah harga pasar. Namun, tetap memberi keuntungan bagi petani dan mampu menutup seluruh ongkos produksi.

Demikian pula dengan kajian Ibn Khaldun, seorang ulama terkemuka di abad pertengahan. Dalam kitabnya Muqaddimah, Ibn Khaldun menguraikan dengan panjang lebar mengenai konsep pertanian, termasuk hubungan lintas sektoral di mana kejatuhan sektor pertanian akan menyebabkan berkurangnya tingkat kesejahteraan kelompok masyarakat yang lain.

Dalam konteks ini, ia menggambarkan hubungan antara sektor pertanian dengan kondisi para tentara khalifah di zamannya. Ibn Khaldun mengatakan, jika harga produk pertanian tetap rendah, sebagaimana pernah terjadi pada zamannya, maka kondisi masyarakat yang terlibat dengan sektor pertanian akan menurun.

Para perajin alat pertanian akan menurun pendapatannya karena produk mereka tidak laku menyusul permintaan yang menurun akibat lemahnya daya beli petani. Demikian pula dengan kondisi tentara yang pada zamannya digaji dari pajak yang dibayarkan oleh petani. Kondisi mereka pun akan mengalami penurunan.

Satu hal yang sangat menarik, Ibn Khaldun mengatakan bahwa petani adalah kelompok yang senantiasa menjadi korban kebijakan penguasa yang zalim dari masa ke masa. Posisi tawar petani selalu berada dalam keadaan yang lemah sehingga petani adalah kelompok yang selalu membutuhkan perlindungan.

Kemudian selanjutnya, Ibn Khaldun menyarankan agar petani jangan terlalu bergantung pada hasil pertaniannya tanpa melakukan diversifikasi produk. Ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap satu produk tanpa melakukan upaya diversifikasi hanya akan semakin melemahkan posisi petani. Faktor penting lainnya yang mendapat sorotannya adalah biaya produksi pertanian.

Ibn Khaldun menganalisis bahwa salah satu penyebab berbedanya daya saing produk pertanian antara kaum Muslimin dan umat kristiani di Andalusia adalah disebabkan oleh perbedaan biaya produksi. Muslim pada saat itu bercocok tanam di daerah pegunungan yang kurang subur sehingga untuk mengolah lahan yang ada diperlukan biaya yang tinggi. Akibatnya, harga jual produk mereka menjadi mahal.

Berbeda dengan orang Kristen yang rata-rata mendiami dataran yang lebih rendah dan lebih subur. Mereka mampu berproduksi dengan biaya yang rendah. Akibatnya produk mereka lebih laku di pasaran.

Prinsip pembangunan pertanian

Dari kajian di atas, ada beberapa prinsip yang masih sangat relevan dengan kondisi pembangunan pertanian Indonesia saat ini. Pertama, pentingnya berpihak pada petani. Ini adalah prinsip yang sangat fundamental karena ternyata berdasarkan kajian sejarah, petani selalu berada pada kondisi yang lebih lemah posisi tawarnya.

Ajaran Islam sangat menekankan urgensi keberpihakan kepada masyarakat kecil. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda : “Kalian akan ditolong dan diberi rezeki dengan sebab (kalian menolong) kaum dhuafa di antara kalian”.

Pembelaan dan perlindungan terhadap petani harus menjadi bagian dan prioritas negara. Bagaimana pun, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat fundamental karena memiliki keterikatan langsung dengan kebutuhan hidup manusia.

Kedua, penyediaan kebutuhan permodalan dan bantuan pemasaran. Salah satu sebab mengapa Rasulullah membolehkan bai’ as-salam adalah karena beliau menyadari bahwa petani sangat bergantung pada permodalan. Karena itu, sudah saatnya skema-skema pembiayaan pertanian berbasis syariah harus terus didorong dan ditingkatkan. Jika perlu, pemerintah menerbitkan sukuk berbasis akad salam sebagai pintu investasi di sektor pertanian.

Ketiga, inovasi dan diversifikasi produk. Ini adalah prinsip yang sangat penting dan mendasar. Ajaran Islam adalah ajaran yang mendorong umatnya untuk selalu berinovasi.

Banyak ayat dan hadis yang mengajak umatnya untuk selalu berpikir dan membuat berbagai terobosan baru. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam membangun sektor pertanian Indonesia melalui upaya berkesinambungan dalam menciptakan berbagai inovasi teknologi pertanian. Inovasi juga bisa dalam bentuk menciptakan sistem pengelolaan pertanian yang lebih baik, seperti mengembangkan agribisnis dan agroindustri sebagai alat untuk meningkatkan value added atau nilai tambah produk pertanian.

Keempat, memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan bijak. Allah SWT telah menegaskan bahwa seluruh isi langit dan bumi diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Karena itu, manusia diperintahkan untuk mengelola segala potensi kekayaan alam ini secara optimal, dengan tetap memerhatikan kelestarian alam dan lingkungan. (Republika, 14/7/2008)

Ikhtisar:

- Ketergantungan terlalu tinggi terhadap satu produk tanpa diversifikasi melemahkan posisi petani.

- Sudah saatnya skema pembiayaan pertanian berbasis syariah harus terus didorong dan ditingkatkan.

Senin, 07 Juli 2008

Membiasakan Wirid Ma'tsurat

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, dengan mengingat sebanyak-banyaknya, dan bertasbilah kepadaNya pada waktu pagi dan petang. " ( QS 33: 41-42 )

Dari ayat diatas Allah mengingatkan kita sebagai hambaNya yang beriman, untuk selalu meluangkan waktu mengingatNya, yakni dengan dzikir. Pengertian Dzikir adalah setiap ketaatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla. Said bin Jubair berkata :"Setiap orang yang melakukan ketaatan kepada Allah berarti berdzikir kepada Allah Ta`ala. Ibul Qoyyim berkata :"Dzikir kadang-kadang dilakukan dengan lidah dan hati dan itulah dzikir yang paling utama. Dzikir kadang-kadang dilakukan dengan hati saja, dan itulah tingkatan kedua. Dan kadang-kadang juga dilakukan dengan lidah dan itulah tingkatan yang ketiga. Jadi dzikir yang paling utama adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lidah bersama-sama. Hanya saja dzikir denga hati saja lebih utama daripada dzikir dengan lidah saja, karena dzikir dengan hati akan menghasilkan ma`rifat/ pengenalan, membangkitkan cinta, menimbulkan sifat malu,mendorong untuk selalu diawasi Allah dan menlenyapkan kelalaian dalam melakukan ketaatan dan memandang rendah kemaksiatan dan kesalahan. Sedangkan dzikir hanya dengan lidah tidak membawa dampak apa-apa. Walaupun membawa hasil, tapi hasilnya sangat lemah.

Sedangkan Al-Ma`tsurat adalah kumpulan wirid yang terdiri dari ayat-ayat pilihan dan lafal-lafal dari hadist Rasulullah saw. yang biasa beliau amalkan dalam wiridnya. Dinamakan Al-Ma`tsurat, karena memang semua yang ada dalam kumpulan wirid ini dituntunkan oleh Rasulullah saw. Kata "ma`tsur" sendiri artinya yang dituntunkan (ada riwayatnya) dari Rasululah saw. Membaca wirid merupakan salah satu sarana dzikir (mengingatAllah ) di samping sarana-sarana yang lain.

Setiap mukmin harus senantiasa mengingat Allah dalam setiap kesempatan. Dzikir kepada Allah setiap saat juga merupakan karakter ulul albab ( orang-orang yang berakal). Allah berfirman, " Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam kedaan berbaring...." (QS 3 : 191)

Dalam hadist berikut, cukuplah untuk menjelaskan keutamaan berdzikir dan para pelakunya:Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman, "Aku ada pada persangkaan hambaKu kepadaKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya, Aku akan menyebutnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam sebuah jama`ah, Aku akan menyebutnya di dalam jama`ah yang lebih baik dari mereka." ( Muttafaq `alaih)

Beberapa contoh do`a ma`tsur yang dibaca Rasulullah saw. "Diriwayatakan oleh Ad-Darami dan Al-Baihaqi asy-Syu`ab dari Ibnu Mas`ud ra.bahwa dia berkata,"Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surah Al-Baqarah di permulaan siang, maka ia tidak akan didekati oleh setan sampai sore. Dan jika membacanya sore hari, maka ia tidak akan didekati setan oleh setan sampia pagi dan ia tidak akan melihat sesuatu yang dibenci pada keluarga dan hartanya".

Dari Abu Hurairah ra. berkata,"Rasulullah saw. tatkala pagi hari selalu membaca:"asbahna waasbahal mulku lillahi walhamdu lillahi laa syariikalah. Laa ilaaha illaa huwa wailaihinnusyuur. dan tatkala sore berkata: amsaina waamsal mulku lillah...(Hadist riwayat Ibnu Sunni dan Al-Bazzar. Al-baihaqi berkata,"Hadist ini sanadnya baik.")

Dari Abu Darda` ra. berkata, Rasulullah saw.bersabda,"barangsiapa membaca shalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepulu kali ketika sore, maka ia akan memperoleh syafa`atku pada hari Kiamat."( HR.Thabrani )

Adab Berdzikir
Yang dimaksud dzikir di sini bukanlah sebatas dzikir ucapan saja, tetapi taubat itu merupakan dzikir, tafakur, menuntut ilmu dan mencari rizeki-jika niatnya baik-juga termasuk dzikir. Orang yang berdzikir itu harus ada bekas dan pengaruhnya dalam hati, dengan cara menjaga adab-adabnya. Karena kalau tidak, dzikir hanyalah berupa kata-kata yang terucap tanpa punya makna dan pengaruh. Yang terpenting dan paling utama yang patutdijaga dan diperhatikan dalam berdzikir adalah:
1. Khusyu`, menghadirkan hati dan pikiran akan makna-makna lafal yang terucap, berusaha terwarnai olehnya, serta berusaha menetapi maksud dan tujuannya.
2. Merendahkan suara sebisa mungkin, dengan konsentrasi yang penuh dan iradah yang sempurna, sehingga tidak mengganggu yang lain. Sesuai firman Allah, "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." (QS 7: 205 )
3. Sesuai dengan jamaah ( irama dan suaranya), jika kebetulan dzikirnya itu bersama jamaah.Usahakan tidak mendahului, terlambat atau mengungguli bacaan mereka.
4. Bersih pakaian dan tempat, memperhatikan tempat-tempat yang yang terhormat dan waktu-waktu yang sesuai. Hal ini dimaksudkan agar semakin menambah pengkristalan iradah, kejernihan hati, dan ketulusan niat.
5. Mengakhiri dengan penuh khusyu` dan adab dan menjauhi kesalahan dan mai-main, yang hal itu bisa menghilangkan faedah dan pengaruh dzikir.

Jika seseorang memperhatikan adab dan tata krama ini, niscaya ia kan mengambil manfaat dari apa yang telah ia baca atau akan menjumpai pengaruh dan kelezatan dalam hatinya, mengais cahaya untuk ruhaninya dan kelapangan dalam dadanya dengan limpahan rahmat dari Allah swt, insyaAllah.

Manfaat dzikir dan do'a ma'tsurat
a) Selalu ingat dan berkomunikasi dengan Allah swt"Maka ingatlah kepadaKu, Akupun akan ingat kepadamu ". (QS 2:152)
b) Dilindungi dari bahaya
c) Dijaga dari tipu daya syetan
d) Dihapuskannya kesalahan".....laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."(QS. 33: 35 )
e) Ditingkatkannya derajat
f) Meneguhkan dan menentramkan hati
g) Memancarkan cahaya kewibawaan
h) Investasi (tabungan) akhirat Semoga Allah swt, memberikan kita taufiq agar mudah kita mengamalkan apa-apa yang baik, yang sumbernya dari al-Qur`anul Karim dan Teladan kita yang mulia, Rasulullah saw. Wallahu`alam bish-showab

Senin, 30 Juni 2008

Rencana Pemkot Bangun TPA, Harus Bijak

Rencana Pemkot Bogor membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kelurahan Kayumanis Kota Bogor menjadi perbincangan yang hangat di kalangan warga Kayumanis. Hangat karena kebanyakan warga baru tahu (dari mulut ke mulut), sehingga ada keterkejutan seakan ada ancaman bahaya yang akan datang. Rencana ini harus transparan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi untuk berdialog secara leluasa, terbuka, tanpa intimidasi dan klaim legitimasi. "Hantu" TPA masih membuat masyarakat khawatir dengan dampak negatif yang ditimbulkan keberadaan TPA di dekat pemukiman warga.

Kekhawatiran warga terhadap keberadaan TPA cukup beralasan selama belum ada komunikasi yang terbuka antara Pemkot dengan warga. Bayang-bayang aroma tumpukan sampah menggunung dan membusuk, lalat hijau besar yang beterbangan, tercemarnya air tanah (karena aliran PDAM belum sampai), penurunan nilai jual aset tanah dan bangunan, lalu-lalang angkutan pengangkut sampah yang tidak mungkin menghindar dari lalu lintas umum, dll menjadi ancaman keamanan dan kenyamanan.

Seberapa canggih teknologi yang akan digunakan dan sistem yang akan diterapkan harus dikomunikasikan dan disosialisasikan dengan waktu dan skala yang memadai. Pengalaman penggunaan teknologi 'incenerator' yang 'nongkorong' di empat titik Kota Bogor dan menelan dana milyaran rupiah, sekarang telah tidak berdaya, harus menjadi pelajaran berharga.

Sampah adalah hajat semua orang, bukan hanya hajat Pemkot yang menginginkan citra bersih di mata publik. Pihak-pihak yang seharusnya berbicara juga harus berbicara sehingga masyarakat paham. Pengalaman menunjukkan, persoalan sampah banyak menimbulkan polemik dan konflik yang krusial. Karenanya publik harus dilibatkan secara luas tentang rencana pembangunan TPA di Kota Bogor.