Kamis, 23 Oktober 2008

Caleg DPRD dari PKS Sumbangkan Darah untuk Kehidupan


Caleg DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan Kota Bogor 3 (Tanah Sareal), Karnain Asyhar, SP bersama Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat drh Achmad Ru'yat, MSi dengan tulus menyumbangkan darahnya kepada PMI Kota Bogor saat acara Donor Darah di RW 03 Kelurahan Kebon Pedes Tanah Sareal Kota Bogor. Hadir dalam kesempatan acara tersebut Ibu Hj Fauziah Diani Budiarto, Kepala Puskesman Pondok Rumput Yusniar, SKM dan Lurah Kebon Pedes.

Kamis, 16 Oktober 2008

Adang Hadiri Kampanye Diani-Ru'yat

"Kita tahu persis, Diani Budiarto adalah Walikota yang berhasil selama ini. Dia berhasil melaksanakan pembangunan di segala bidang, seperti membuat model angkutan massal Trans Pakuan. Maka dari itu, Diani harus kembali memimpin Kota Bogor"

Adang Darajatun

PK-Sejahtera Online: Memasuki hari ke lima, Pasangan Diani Budiarto-Achmad Ru’yat (Diani-Ru’yat) unjuk kekuatan dengan menggelar kampanye akbar di lapangan Sempur, Ahad (12/10). Ribuan massa memadati lapangan terbesar di Kota Bogor itu untuk mendengarkan orasi para juru kampanye.

Hadir sebagai juru kampanye nasional (Jurkamnas) anggota Dewan Pakar DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adang Daradjatun. Tak ketinggalan Ketua DPD PKS kota Bogor, Yocie Gusman dan perwakilan partai pengusung lainnya, Tim sukses, relawan dan simpatisan.

Dalam orasinya, Adang mengajak masyarakat bersama-sama membuat perubahan yang lebih baik pada masa mendatang dengan memilih Diani-Ru’yat sebagai pemimpin Kota Bogor lima tahun ke depan.

“Kita tahu persis, Diani Budiarto adalah Walikota yang berhasil selama ini. Dia (Diani, red) berhasil melaksanakan pembangunan di segala bidang, seperti membuat model angkutan massal Trans Pakuan. Maka dari itu, Diani harus kembali memimpin Kota Bogor. Hidup Diani, hidup Diani-Ru’yat,” teriak Caleg PKS ini, yang disambut teriakan nomor lima dari ribuan massa.

Sedangkan Wakilnya, Kang Ru’yat, lanjut Adang, adalah salah satu wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang mengerti persoalan anggaran dan pengawasan. “Saya yakin Kota Bogor akan sukses jika dipimpin Diani dan Ru’yat,” tegas Adang menutup orasinya.

Tidak hanya di lapangan, massa juga memenuhi badan jalan dengan kendaraan roda dua, truk terbuka, maupun mobil pribadi. Tak ayal lalulintas di sekitar lokasi pun sempat tersendat.

Melihat antusias tinggi dan sambutan hangat dari ribuan massa pendukungnya, Diani Budiarto sempat terlihat mengusap air mata dengan kedua tangannya. Dia tampak terharu dengan sambutan hangat dan meriah dari ribuan massa pendukungnya.

Diani menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan kepedulian seluruh elemen pendukungnya. “Mudah-mudahan semua ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Diani-Ru’yat juga berjanji akan menjalankan mananah dan tugasnya jika dipercaya kembali memimpin Kota Bogor, untuk mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya.

“Rakyat harus bisa sekolah, rakyat harus bisa makan, tugas birokrasi harus amanah dan jujur supaya rakyat bisa sejahtera. Insya Allah saya bersama Pak Ru’yat akan bekerja tulus mengabdi,” tegas Diani, yang disambut teriakan hidup Diani-Ru’yat dari ribuan massa pendukungnya. Sumber: http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6039

Senin, 13 Oktober 2008

Kisah Barzanji Sang Gubernur

Kisah ini dituturkan sendiri oleh Ustadz Ahmad Heryawan saat bersilaturahim ke kediaman Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Jejen ZA, Sabtu (27/9). Sebelum ke Pesantren KH Jejen, Gubernur terlebih dahulu bertemu kader PKS Kota dan Kabupaten Sukabumi di Rambay, Cisaat dan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama di Bank Jabar Sukabumi dan Taraweh berjamaah di Mesjid Agung Cirebon.
Alkisah saat masa-masa kampanye Pilgub Jabar, April 2008 lalu. Sebuah Pesantren besar di Cirebon, yakni Pesantren Nurusshidiq pimpinan KH Ade Gumelar mengundang seluruh kandidat gubernur untuk menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Guna memenuhi undangan Sang Kyai, saat itu hanya Pasanga Hade yang datang berdua. Sementara dua pasang lainnya hanya diwakili Calon Wakil Gubernur.
Ketika masing-masing kandidat memperkenalkan diri dihadapan para Kyai dari berbagai pesantren di Cirebon, dan giliran Ustadz Ahmad Heryawan, semua mata memandang penuh tanya. Bagaimana mungkin seorang kader PKS yang menjadi Calon Gubernur, mau menghadiri acara muludan, begitu pikir mereka saat itu. Dan saat itu memang sedang merebak luas di seluruh Jawa Barat isu PKS anti maulid, anti tahlil dan sebagainya sehingga jangan pilih kader PKS.
Bagi Ahmad Heryawan, situasi ini justeru sangat strategis untuk mementahkan isu murahan lawan politik PKS. "Terimakasih atas undangan yang diberikan kepada kami untuk bersilaturahim di sini. Bagi saya muludan adalah sebuah kegiatan yang tidak asing, karena sejak muda biasa mengadakan muludan bahkan menjadi penceramah muludan. Kader-kader PKS umumnya terbiasa mengisi ceramah tentang muludan ataupun Isra Mikraj," begitu Ahmad Heryawan memulai penuturannya.
Saat itu para Kyai dan Habaib yang hadir tampak kaget dan seakan masih belum percaya dengan pengakuan tersebut. "Dan Pak Kyai, saya yakin, dari semua calon Gubernur yang ada, Insya Allah sayalah satu-satunya yang bisa membaca kitab Barzanji," lanjut Heryawan.
Para Nahdhiyin dan Habaib semakin penasaran. Dan secara demostratif, Heryawan pun menunjukkan kepiawaiannya membaca kitab Barzanji di depan para Kyai. Dan malam itu, seakan menjadi panggung tersendiri bagi Heryawan, seorang kader PKS, untuk mementahkan tuduhan picik lawan politik bahwa PKS anti maulid dan anti Tahlil. Malam itu semua mata menyaksikan seorang Calon Gubernur dari Partai yang di cap anti muludan justeru dengan lancar dan fasih membaca kitab Barzanji, kita yang begitu keramat di kalangan Nahdhiyin.
Secara cerdik, wartawan Radar Cirebon pun mengabadikan momen Hade membaca kitab barzanji bersama para Kyia Cirebon. Esoknya, foto yang memuat moment itu pun dikliping dan diperbanyak. Tim Hade pun menyebarluaskan kliping foto dan berita tersebut ke seluruh kantong-kantong NU di Jawa Barat. Al hasil, Heryawan pun dinobatkan sebagai Gubernur yang pandai membaca kitab Barzanji. (Sebagaimana dikisahkan Oleh Ustadz ahmad Heryawan, LC pada Saat Mukernas II PKS di Makasar Juli 2008)

Kamis, 09 Oktober 2008

Surat Suara Berubah, Nama Caleg Menonjol

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melakukan revisi untuk mencari format terbaik desain surat suara Pemilu Legislatif 2009. Perubahan desain terakhir ini mendekati semangat sistem proporsional terbuka UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008. Porsi nama calon legislatif (caleg) mulai ditonjolkan dibanding desain surat suara sebelumnya.

Perubahan itu merupakan hasil pembahasan KPU dengan sejumlah ahli grafika yang dipresentasikan di Jakarta kemarin (8/10). Sebagaimana direncanakan sebelumnya, KPU memutuskan memperkecil ruang bagi nomor urut, logo dan nama parpol.

Bukan hanya itu. Ukuran surat suara juga sedikit mengecil. Dari sebelumnya berukuran 55 x 88 cm, surat suara baru tersebut memiliki panjang dan lebar 54 x 75 cm. Desain pun kini diputuskan memanjang dari atas ke bawah demi mengakomodasi sempitnya bilik suara saat pemilihan.

Ketua Pokja Surat Suara KPU Andi Nurpati menyatakan, perubahan desain tersebut merupakan rekomendasi Komisi II DPR. Pada saat rapat konsultasi, DPR menyarankan agar KPU terlebih dahulu meminta opini sejumlah ahli grafis terkait desain yang lebih ideal. ”Ini usul dari tim grafis kepada kami,” ujar Andi kepada wartawan di ruang kerjanya.

Dibanding desain sebelumnya, layout surat suara yang terbaru tersebut jauh lebih padat. Tim grafis menghilangkan banyaknya ruang kosong di surat suara sebelumnya, terutama pada batas pemisah kosong antara kop suara dengan kolom-kolom partai peserta pemilu.

”Untuk dapil yang jumlah calegnya melampaui batas kolom, akan dibuat dua lembar,” terang Andi. Sebagai contoh, dapil di DPRD DKI, Riau, dan Sumut memiliki jumlah caleg mencapai 30 orang per partai. Selain itu, surat suara khusus akan dibuat untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang mengakomodasi enam partai lokal.

Selain soal desain, tim grafis merekomendasikan sejumlah alternatif kertas suara yang bisa digunakan KPU. Dalam hal ini KPU lebih condong menggunakan kertas biasa yang dicetak dengan security printing. Pertimbangan tersebut diambil karena harganya lebih terjangkau dibanding langsung menggunakan security paper. ”Kami masih berhitung-hitung kertas apa yang cukup disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Andi. Alokasi anggaran KPU untuk surat suara adalah Rp 1,2 triliun.

Secara terpisah, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, kebutuhan surat suara untuk Pemilu 2009 diperkirakan 900 juta lembar. Asumsi itu berdasarkan estimasi jumlah pemilih mencapai 172 juta penduduk. Dengan masing-masing pemilih mendapat empat lembar surat suara, jumlah tersebut juga memperhitungkan kelebihan 2 persen surat suara. Juga surat suara untuk penghitungan ulang 1.000 lembar per TPS.

Jumlah tersebut melampaui estimasi KPU sebelumnya yang memperkirakan ”hanya” akan mencetak 700 juta lembat kertas suara. Meski melampaui rencana, Hafiz optimistis alokasi anggaran yang disediakan KPU masih mencukupi untuk memenuhi target baru tersebut. ”Harganya akan disesuaikan namun tidak melupakan faktor keamanan surat suara,” janji Hafiz. (bay)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1MTc=&click=MTE=

PMI Kota Bogor Krisis Darah

SUMERU - PMI Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Kota Bogor tampaknya harus terus melakukan terobosan. Apalagi, stok darah yang selalu krisis, khususnya menjelang Ramadan hingga Lebaran, harus segera disiasati. Dewan mengaku akan terus memberi dukungan kepada PMI UTDC yang berlokasi di Perumahan Indraprasta Kecamatan Bogor Utara itu, asalkan PMI mengkalkulasi kebutuhan yang diperlukan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Iwan Suryawan, anggaran yang diberikan oleh pemkot kepada PMI UTDC sifatnya memang hibah. “Tapi segala hal tak ada yang tidak ada solusi, tergantung pengusulan dari mereka,” kata pria yang ditemui Radar Bogor saat berkunjung ke lokasi pemeriksaan haji di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, kemarin.

Buktinya, ketika perlu alat trombosit, dewan menyetujui dan pemkot memberikan anggarannya. “Jadi, jangan khawatir sebab substansinya bagaimana caranya agar persediaan darah tetap ada,” ujar politisi FKS ini.

Selanjutnya, PMI harus memiliki penjadwalan dan meningkatkan program Tegur Sapa. Jadi, setiap pendonor diingatkan kembali untuk mendonorkan darahnya kembali setelah tiga bulan lalu mendonor. “Ada pusat informasi untuk mengingatkan pendonor, sehingga ada perputaran dan pendonor berlangsung kontinu,” kata Iwan.

Kegiatan proaktif bisa juga dilakukan di tempat. Yakni tegur sapa via telepon maupun lewat surat, sehingga pendonor merasa diperhatikan. Ia yakin jika penjadwalan dan tegur sapa dilakukan, maka krisis darah selama Ramadan maupun pasca Lebaran bisa diminimalisir. Tentunya ditunjang dengan sistem pendataan yang baik.

Sebelumnya, Kepala PMI UTDC Kota Bogor dr Rina Damayanti mengaku situasi stok darah tahun ini lebih krisis dibanding tahun lalu. “Kesediaan darah tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu. Bahkan tahun lalu kami tidak keteteran seperti sekarang ini,” katanya.

Meski begitu, bukan berarti pihaknya tak berupaya untuk menggenjot stok darah sebelum Ramadan, mengingat jumlah para pendonor darah saat Ramadan umumnya menurun drastis. “Sudah kami upayakan untuk menyediakan stok darah, tapi kami tidak berhasil mengumpulkan sebanyak tahun lalu,” aku Rina. Ia mengatakan, agar stok donor darah selalu tersedia, pihaknya selalu siaga 24 jam pada saat Ramadan bagi siapa saja yang bersedia mendonorkan darahnya. Demikian juga pada saat Lebaran tiba. “Kami tetap beroperasi, tapi tidak ada pendonornya,” ujarnya. (rtn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1MzA=&click=Ng==

KA Bogor - Sukabumi Beroperasi Lagi

BOGOR - Pemerintah memastikan beroperasinya kembali jalur kereta api (KA) lintas Bogor-Sukabumi pada akhir tahun 2008 atau awal tahun depan. Jalur sepanjang 90 kilometer itu sempat ditutup sejak 2006 untuk perbaikan yang menelan dana hingga Rp 41 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihak perkerataapian telah melakukan perbaikan rel kereta api sejak Juni lalu dan saat ini perbaikannya telah memasuki tahap finishing.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bogor, gerbong kereta api jurusan Bogor-Sukabumi akan ditambah menjadi empat gerbong. Hanya saja, tarif kereta api juga bakal mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hanya Rp1.500, maka tarif baru bakal mencapai Rp5.000-6.000, sebab kereta api tersebut masih menggunakan bahan bakar minyak (diesel).

Kepala TU Stasiun Kereta Api Bogor, Nursyamsu Hadi yang ditemui Radar Bogor, kemarin membenarkan adanya perbaikan rel kereta api Bogor-Sukabumi. Hanya saja, dia mengaku belum tahu kaan rel kereta api tersebut difungsikan. “Perbaikan rel kereta api jurusan Bogor Sukabumi dilaksanakan sejak dua bulan lalu dan saat ini perbaikannya sudah sampai di wilayah Sukabumi,” kata Nursyamsu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Nugroho Indrio mengatakan rehabilitasi jalur lintas kereta api Bogor-Sukabumi itu merupakan bagian dari program revitalisasi KA untuk kawasan Jawa Barat, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 247,5 miliar. “Sebelum ditutup jalur itu dulu sempat menjadi primadona bagi para penumpang kelas ekonomi,” ujar Nugroho, kemarin.

Nugroho berharap pemanfaatan kembali jalur Bogor-Sukabumi itu bisa lebih ditingkatkan, bukan hanya untuk kelas ekonomi tapi juga bisnis dan eksekutif. Untuk memastikan kelaikan jalan di lintasan tersebut, hari ini Tim Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubugan (Dephub) yang dipimpin Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid dijadwalkan meninjau lokasi. “Pak Dirjen sendiri yang akan meninjau langsung kesiapan jalur itu,” lanjutnya.

Menurut dia, percepatan perbaikan jalur kereta api Bogor-Sukabumi itu karena dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi. Selain itu, dibanding membuka jalur baru, anggaran yang dikeluarkan untuk menghidupkan kembali jalur tersebut tidak terlalu besar.

“Lintasannya sudah ada, hanya melakukan perbaikan, karena ada beberapa yang mengalami kerusakan. Diharapkan pekerjaan ini sudah selesai menjelang akhir tahun,” tegasnya.

Pengoperasiannya nanti, lanjutnya disesuaikan dengan permintaan pasar. “Kalau permintaan menghendaki adanya pelayanan non ekonomi, ya disesuaikan saja. Tapi tetap kereta ekonomi dilayani, karena jalur itu memang sempat menjadi primadona untuk penumpang kereta kelas ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Dephub Suprapto menyebutkan, ruas jalur KA Bogor -Sukabumi, diprediksi akan menjadi lintasan terpadat. Pasalnya, masyarakat di sekitar Sukabumi dan Bogor sangat berharap angkutan massal itu kembali beroperasi. “Guna mempercepat pengoperasian, Dephub telah memulai pekerjaan, berupa perbaikan rel, persinyalan, pengadaan sejumlah kereta rel diesel (KRD) termasuk perbaikan stasiun,” ungkap Suprapto.

Sejak ambruknya terowongan Lambegan, PT Kereta Api yang sebelumnya mengoperasaikan lintas Bogor-Sukabumi hanya bisa melayani jalur kereta api Bogor – Cianjur – Lambegan, sedangkan jalur Lambegan – Sukabumi masih tertutup. Dephub mentargetkan seluruh pekerjaan sudah selesai di akhir tahun, sehingga harapan masyarakat untuk menggunakan kereta itu dapat segera terwujud. “Revitalisasi itu termasuk memperbaiki terowongan yang ambruk,” jelasnya.(rid/jpnn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1Mjc=&click=Njg=