BOGOR - Pemerintah memastikan beroperasinya kembali jalur kereta api (KA) lintas Bogor-Sukabumi pada akhir tahun 2008 atau awal tahun depan. Jalur sepanjang 90 kilometer itu sempat ditutup sejak 2006 untuk perbaikan yang menelan dana hingga Rp 41 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihak perkerataapian telah melakukan perbaikan rel kereta api sejak Juni lalu dan saat ini perbaikannya telah memasuki tahap finishing.
Dari informasi yang dihimpun Radar Bogor, gerbong kereta api jurusan Bogor-Sukabumi akan ditambah menjadi empat gerbong. Hanya saja, tarif kereta api juga bakal mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hanya Rp1.500, maka tarif baru bakal mencapai Rp5.000-6.000, sebab kereta api tersebut masih menggunakan bahan bakar minyak (diesel).
Kepala TU Stasiun Kereta Api Bogor, Nursyamsu Hadi yang ditemui Radar Bogor, kemarin membenarkan adanya perbaikan rel kereta api Bogor-Sukabumi. Hanya saja, dia mengaku belum tahu kaan rel kereta api tersebut difungsikan. “Perbaikan rel kereta api jurusan Bogor Sukabumi dilaksanakan sejak dua bulan lalu dan saat ini perbaikannya sudah sampai di wilayah Sukabumi,” kata Nursyamsu.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Nugroho Indrio mengatakan rehabilitasi jalur lintas kereta api Bogor-Sukabumi itu merupakan bagian dari program revitalisasi KA untuk kawasan Jawa Barat, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 247,5 miliar. “Sebelum ditutup jalur itu dulu sempat menjadi primadona bagi para penumpang kelas ekonomi,” ujar Nugroho, kemarin.
Nugroho berharap pemanfaatan kembali jalur Bogor-Sukabumi itu bisa lebih ditingkatkan, bukan hanya untuk kelas ekonomi tapi juga bisnis dan eksekutif. Untuk memastikan kelaikan jalan di lintasan tersebut, hari ini Tim Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubugan (Dephub) yang dipimpin Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid dijadwalkan meninjau lokasi. “Pak Dirjen sendiri yang akan meninjau langsung kesiapan jalur itu,” lanjutnya.
Menurut dia, percepatan perbaikan jalur kereta api Bogor-Sukabumi itu karena dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi. Selain itu, dibanding membuka jalur baru, anggaran yang dikeluarkan untuk menghidupkan kembali jalur tersebut tidak terlalu besar.
“Lintasannya sudah ada, hanya melakukan perbaikan, karena ada beberapa yang mengalami kerusakan. Diharapkan pekerjaan ini sudah selesai menjelang akhir tahun,” tegasnya.
Pengoperasiannya nanti, lanjutnya disesuaikan dengan permintaan pasar. “Kalau permintaan menghendaki adanya pelayanan non ekonomi, ya disesuaikan saja. Tapi tetap kereta ekonomi dilayani, karena jalur itu memang sempat menjadi primadona untuk penumpang kereta kelas ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Dephub Suprapto menyebutkan, ruas jalur KA Bogor -Sukabumi, diprediksi akan menjadi lintasan terpadat. Pasalnya, masyarakat di sekitar Sukabumi dan Bogor sangat berharap angkutan massal itu kembali beroperasi. “Guna mempercepat pengoperasian, Dephub telah memulai pekerjaan, berupa perbaikan rel, persinyalan, pengadaan sejumlah kereta rel diesel (KRD) termasuk perbaikan stasiun,” ungkap Suprapto.
Sejak ambruknya terowongan Lambegan, PT Kereta Api yang sebelumnya mengoperasaikan lintas Bogor-Sukabumi hanya bisa melayani jalur kereta api Bogor – Cianjur – Lambegan, sedangkan jalur Lambegan – Sukabumi masih tertutup. Dephub mentargetkan seluruh pekerjaan sudah selesai di akhir tahun, sehingga harapan masyarakat untuk menggunakan kereta itu dapat segera terwujud. “Revitalisasi itu termasuk memperbaiki terowongan yang ambruk,” jelasnya.(rid/jpnn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1Mjc=&click=Njg=