Selasa, 30 September 2008

Arus Mudik di Terminal Baranangsiang 14.782 Penumpang Sehari

PAJAJARAN - Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Terminal Baranangsiang. Kemarin, kesibukan mewarnai terminal. Ruang tunggu dipadati para penumpang yang akan pulang kampung.

Tampak penumpang hilir mudik dengan barang bawaan yang cukup banyak. Beberapa bahkan memikul barang bawaan yang menumpuk berkarung-karung dan koper-koper besar. Meski dinilai lonjakan penumpang belum signifikan, namun suasana arus mudik dan tumpukan barang bawaan terus memadati terminal itu.

Salah satu bus lintas provinsi misalnya, bus tersebut padat penumpang dari mulai orang dewasa hingga anak-anak. Tumpukan barang bawaan para penumpang menumpuk hingga menggunung di atap bus karena bagasi bus sudah penuh.

Para orangtua yang membawa anak-anak di bawah umur terpaksa harus bersabar menggendong anak-anak mereka. Di balik kaca bus anak-anak itu terlihat stres. Keringat terus mengucur dan tangisan pun menggema.

Ya, itu adalah suasana di salah satu bus ekonomi PT Antar Lintas Sumatera yang siap diberangkatkan dari Terminal Baranangsiang menuju Pulau Sumatera.
Pengelola Terminal Baranangsiang mencatat belasan ribu penumpang naik turun di terminal tersebut.

Data 14.782 Penumpang Sehari yang tercatat sejak pukul 08:00 hingga 18:00 WIB tertanggal 26 September, jumlah penumpang yang naik bus di terminal sebanyak 14.782.
“Data ini kami rekap setiap hari sebagai laporan dan evaluasi, ini belum signifikan,” kata salah satu staf pengelola Terminal Baranangsiang.

Sementara itu, Kepala Terminal Baranangsiang Daden Hidayat menjelaskan, persiapan-persiapan terus dilakukan, seperti mempersiapkan bus-bus cadangan untuk wilayah Jawa dan Sumatera, pos informasi dan kesehatan.

Terminal, kata dia, sudah mempersiapkan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Jenis bus sudah dipersiapkan sebanyak 233 dan mikrobus sebanyak 133 armada. Sedangkan untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) berjenis bus sebanyak 124 dan mikrobus 184 armada.
“Kami juga mempersiapkan bus cadangan sebanyak 82 armada. Bus-bbus itu untuk mengantisipasi bila ada lonjakan penumpang ke wilayah jauh, seperti Jawa dan Sumatera atau lainnya,” urainya.(dra) SumBer: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTkxMDI=&click=MTcz

Menjelang Idul Fitri, Bogor Diguyur Hujan

BOGOR-- Kawasan Kota Bogor dan sekitarnya, pada saat malam takbir, Selasa malam (30/9), sempat diguyur hujan lebat namun selepas salat Isya, hujan mulai mereda.

Meski diguyur hujan, umat Islam setempat tetap bersemangat menggaungkan kebesaran Allah SWT dengan kalimat takbir, tahmid dan tahlil.

Gema takbir itu berkumandang pada setiap musala dan masjid selepas salat Magrib, meski sebagian warga muslim lainnya sudah ada yang melakukannya setelah salat Asar.
Di Masjid Al Muttaqin, Cemplang Baru, Kelurahan Cilendek Barat, ratusan umat Islam selain mengumandangkan takbir, juga disibukkan dengan pembagian zakat fitrah yang dikelola pengurus masjid.

"Walau magrib tadi hujan turun dengan lebat, umat Islam tetap bersemangat untuk bertakbir menyambut hari kemenangan, Idulfitri 1429 Hijriah, setelah sebulan 'berperang' melawan hawa nafsu melalui puasa Ramadan," kata Sofyan, salah seorang jamaah masjid itu.
Tak jauh dari Masjid Al-Muttaqin, di musala Bainal Muttaqin, sejumlah remaja di musala itu juga bertakbir dengan diiringi tabuhan bedug.

Sementara itu, hingga berita ini dilaporkan pukul 21.30 WIB, takbir juga dilakukan di Masjid Agung di Jalan Kapten Muslihat dan Masjid Raya di Jalan Padjajaran. Kedua masjid itu, dikenal sebagai masjid besar di Kota Bogor.

Berdasarkan informasi dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pemkot Bogor, salat id dengan jamaah cukup besar akan dilakukan di lapangan Sempur, dengan khatib Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Herry Suhardiyanto, dan di halaman kampus IPB Baranangsiang,direncanakan khatib adalah cendekiawan muslim, Prof Dr Didin Hafiduddin. Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/5752

Kamis, 18 September 2008

Penyerahan Berkas Calon Anggota DPRD Kota Bogor dari PKS


Sebanyak 54 Calon Anggota DPRD Kota Bogor dari PKS mengucapkan ikrar untuk hidup sederhana, tidak korupsi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat saat penyerahan berkas Calon Anggota DPRD Kota Bogor di Halaman Kantor KPUD Kota Bogor Jl Siliwangi Kota Bogor (18/8/2008)

Selasa, 16 September 2008

Survei: Hidayat, Rizal, Sri Mulyani Tokoh Muda Terpopuler

JAKARTA -- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, dan Menkeu Sri Mulyani
Indrawati menjadi tiga tokoh muda terpopuler berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI)-Johans Polling.

Presiden LRI-Johans Polling, Johan O Silalahi, dalam konferensi pers Polling Nasional "Pemimpin Pilihan Rakyat Menuju Pilpres 2009" di Jakarta, Selasa, mengatakan, dalam survei tersebut, Hidayat dipilih oleh 41,8 persen responden,
Rizal Mallarangeng (13,6 persen), dan Sri Mulyani Indrawati (9,8 persen).

Nama lainnya adalah Sekjen PDIP Pramono Anung (4,9 persen), Presiden PKS Tifatul Sembiring (1,9 persen), Rektor UI Gumilar R Sumantri (1,4 persen), politisi muda Golkar Yuddy Chrisnandi (1,3 persen), pengamat politik Fadjroel Rachman (1,2 persen) dan Sekjen PAN Zulklifli Hasan (1,1 persen).

Sebanyak 2,3 persen responden memilih tokoh-tokoh lainnya, 1,9 persen tidak menjawab dan sebanyak 18,9 persen responden menyatakan tidak tahu.

Dalam survei tersebut juga diketahui bahwa faktor usia tua-muda berpengaruh sebagai pertimbangan rakyat untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden pada Pilpres 2009 mendatang. Sebanyak 54 persen responden menyatakan bahwa usia muda-tua berpengaruh sebagai pertimbangan memilih capres/cawapres dan 46 persen menyatakan faktor usia tidak berpengaruh.

"Satu hal yang pasti, mayoritas responden yakni sebanyak 58 persen memilih capres/cawapres ideal berasal dari usia muda. Artinya, untuk periode 2009-2014 animo masyarakat terhadap pemimpin berusia muda sangat tinggi," kata Johan.

Hal itu, lanjutnya, menjadi ancaman potensial bagi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla atau siapapun yang ingin maju dalam Pilpres mendatang.

Survei dilakukan di 33 provinsi di Indonesia yang meliputi 33 kota dan 99 desa/kelurahan pada 25 Agustus hingga 7 September 2008. Pemilihan sampel responden yang diwawancarai secara tatap muka, menggunakan metode teknik sampling Multi-Stage Cluster (teknik sampling gugus bertahap).

Dari jumlah responden sebanyak 2.400, data yang dinilai absah sebanyak 2.313 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 persen banding 50 persen, dan perbandingan desa dan kota yakni 56 persen dan 44 persen.

Hasil survei atau jajak pendapat tersebut memiliki perkiraan tingkat kesalahan sebesar plus minus 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

SBY teratas
Sementara itu, ketika ditanyakan kepada responden tentang tokoh nasional yang dipilih responden pantas sebagai capres, hasil survei menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono unggul dengan 26,7 persen, disusul Megawati Soekarnoputri 18,7 persen.

Posisi ketiga ditempati Hidayat Nur Wahid 11,3 persen, diikuti Wiranto 7,3 persen, Prabowo Soebianto 6,2 persen, Sri Sultan HB X 4,3 persen, Soetrisno Bachir 2,1 persen, dan lain-lain sebesar 11,8 persen. Sebanyak 10,8 persen menyatakan tidak tahu dan 4,1 persen tidak menjawab.

Sedangkan ketika ditanya siapakah sosok pemimpin yang dinilai baik oleh masyarakat secara umum, mayoritas responden memilih SBY dengan 25,6 persen, diikuti Sri Sultan HB X 22,1 persen, Hidayat Nur Wahid 20,7 persen.
Megawati Soekarnoputri 17,5 persen dan Jusuf Kalla dengan 14,1 persen.

Johan O Silalahi juga menegaskan, survei yang dilakukan lembaganya itu berupaya mengingatkan siapapun pemimpin yang berniat untuk maju dalam Pilpres 2009, hendaknya melihat hasil-hasil survei yang ada. "Kalau berdasarkan survei, popularitasnya tidak bagus, akan lebih baik jika secara 'legowo' memutuskan untuk tidak maju," katanya. ant/is Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3321

Organisasi Pemuda Rencanakan Shalat Id Bersama

JAKARTA -- Sejumlah organisasi kepemudaan Islam berencana melakukan shalat Idul Fitri bersama pada 1 Syawal 1429 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008.

Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Gunawan Hidayat di Jakarta, Selasa, mengatakan shalat Idul Fitri bersama itu akan dilakukan di Gelora Bung Karno, Jakarta. "Yang akan bergabung antara lain dari Pelajar Islam Indonesia, Ikatan Remaja Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, PERSIS, Gerakan Pemuda Islam dan FKPPI," katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia Nasrullah menambahkan, shalat Idul Fitri di lapangan olah raga berkapasitas 20 ribu orang itu rencananya diimami oleh KH Zainuddin MZ dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai khatib.

"Pak Din sudah menyatakan bersedia, tapi untuk KH Zainuddin MZ kami masih menunggu konfirmasi kesediaan," katanya.

Panitia Penyelenggara, katanya, juga berencana mengundang tokoh-tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas, Bachtiar Chamsyah, Akbar Tanjung, Rhoma Irama, Tantri Abeng dan Sofyan Djalil untuk mengikuti shalat Idul Fitri bersama para pemuda. (ant/ah) Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3329

Kasus DBD Mulai Turun, Diimbau Tetap Waspada

PAJAJARAN - Kota Bogor mulai diguyur hujan lagi. Meski intensitasnya tidak tinggi tapi cukup untuk memberi ruang nyamuk berkembang biak. Meski begitu, data dari rumah sakit, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) belum mengalami peningkatan berarti.

Seperti jumlah pasien di RS PMI. Pasien DBD yang terdata sejak Juni terus mengalami penurunan. Pada Juni ada 67 kasus, Juli 48 kasus, Agustus 42 kasus, dan hingga 10 September tercatat baru ada 10 penderita DBD.

Kendati demikian, Ketua tim surveilans RS PMI Habib Priyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kasus DBD mulai meningkat di bulan Oktober sampai Desember. “Jadi untuk saat ini sepertinya belum ada peningkatan jumlah penderita DBD yang cukup signifikan. Musim hujannya belum datang. Kalaupun turun hujan itupun tak tiap hari. Sekalipun turun hujan tinggi sekali (deras),” terangnya. Pada akhirnya, tak memberi kesempatan nyamuk untuk berkembang biak.

Maka dari itu, Habib mengimbau masyarakat untuk senantiasa melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan hidup bersih dan sehat di lingkungannya.

Ia mengatakan untuk tahun ini kasus DBD tak setinggi tahun lalu. Walaupun begitu, RS PMI tetap waspada. “Kami sudah siap veltbed untuk berjaga-jaga kalau jumlahnya meningkat. Tapi sejauh ini masih bisa tertangani dan ruangannya cukup,” katanya.

Senada dengan Habib, Kepala UGD RSMM Pudji Hartini mengatakan sejak Agustus penderita DBD mengalami penurunan. “Justru pada bulan tersebut lebih banyak penderita diare,” katanya. Adapun kasus DBD yang ditangani di RSMM sejak Januari tercatat 70 kasus, Februari 108 kasus, Maret ada 108 kasus, April 103 kasus, Mei 128 kasus, Juni 115 kasus, Juli 141 kasus, dan Agustus 85 kasus.

Tapi, Pudji memprediksikan jumlahnya akan meningkat bulan ini. Mengapa? “Saya melihatnya dari cuaca. Karena belakangan ini Kota Bogor kembali diguyur hujan,” ujar Pudji.

Disamping itu, sambung wanita berkerudung ini, penderita umumnya datang dengan jumlah trombosit 60 atau dibawah jumlah trombosit normal. Ia mengaku RSMM senantiasa siap siaga menampung para pasien DBD. Tentunya, tetap disesuaikan dengan kapasitas ruangan. “Selama ini kami selalu berkordinasi dengan rumah sakit lain. Jika tidak tertampung di RSMM kami rujuk ke rumah sakit lain. Atau kami laporkan ke Dinkes. Meski begitu, sampai saat kami masih bisa menampung,” pungkasnya. (rtn) Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTgzMjU=&click=MA==

ESQ EXECUTIVE IN HOUSE TRAINING MENPORA RI


Karnain Asyhar (paling kanan) bersama pimpinan Organisasi Kepeloporan Pemuda (OKP) se-Indonesia saat rehat Emotional and Spiritual Quotion (ESQ) Executive In House Training Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI di Menara 165 Jakarta

Rabu, 03 September 2008

WIRID WANITA DI GERBONG AC-EKONOMI

Pagi ini, suasana gerbong KRL AC-Ekonomi Bogor-Jakarta tidak banyak berbeda dengan hari-hari biasanya. Sebagian penumpang duduk nyaman di bangku kereta yang berbusa. Penumpang lainnya ada yang berdiri bergantungan, sebagian lainnya menggelar kertas koran untuk duduk di sekitar pintu gerbong kereta yang tak terbuka.

Penumpang yang duduk di bangku, sebagian bercakap-cakap dengan penumpang disebelahnya. Sedikit yang sibuk membaca dan membolak-balik halaman koran yang dibelinya sebelum naik kereta. Sebagian lagi ada yang tertidur pulas sepanjang perjalanan, mungkin karena semalaman menyibukkan diri untuk tadarus al-Quran dan shalat malam. Ia efektifkan waktunya untuk istirahat di kereta .

Sejenak mata tertegun melihat pemandangan yang tak biasanya terlihat. Sepasang mata yang melempar pandangan ke salah satu pinggir gerbong dekat pintu yang tertutup, tampak seorang wanita muda berkaos coklat lengan panjang, tak berkerudung sedang memegang 'buku saku' yang berukuran mungil. Terlihat bibirnya bergerak melafadzkan kalimat-kalimat dzikir.

Terbaca dari sampul buku mungil itu, wirid ma'tsurat. Subhaanallah... Suasana kereta tidak menghalanginya untuk tetap melanggengkan bacaan dzikir yang dicontohkan Rasulullah SAW. Nampaknya, wanita tak berjilbab itu menginginkan waktu Ramadhannya produktif dengan membasahi lidahnya dengan dzikir (mengingat Allah SWT). "Dan hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.." (QS Al-Ra'du: 28).

S
emoga kita mampu membiasakan diri untuk membaca wirid harian agar kita semakin dekat dengan Allah SWT. Kedekatan kita denganNya akan mendatangkan berbagai kemudahan dan pertolongan dalam setiap langkah perjuangan yang kita upayakan. Semoga. Amin.

Pembangunan Tol Bogor Ring Road Digeber

BOGOR - Mega Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road (BRR) yang menghubungkan Sentul-Kota Bogor memasuki babak baru. Kemarin, pembangunan itu sudah memasuki pembangunan fisik pondasi tiang pancang sesi pertama. Sejumlah tiang pancang nampak berjejer panjang di Kampung Selaawi Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara.

Lahan yang sempat ramai diperdebatkan itupun kini sudah rata dengan tanah, hanya ada dua rumah dan satu bangunan mushala yang masih berdiri ditengah-tengah pengerjaan mega proyek tersebut.

Tiga bangunan itu disebut-sebut belum dibebaskan karena menunggu pembebasan tahap kedua. Sementara disisi kanan dan kirinya puluhan alat berat beroperasi mengerjakan pembangunan tiang-tiang pancang tersebut.

Sore kemarin, para pekerja PT Adhi Karya (Persero) terus menggeber pengerjaan tahap pertama. Beberapa tiang pancang penahan jalan tol yang akan dibangun masih dalam pengerjaan pondasi tapi ada juga sudah setengah berdiri.

Jalan Tol sepanjang 11 kilometer yang dibagi menjadi tiga seksi itu terus digeber. Sesuai rencana pembangunan jalan tersebut terbagi menjadi beberapa sesi.

Sesi pertama dari Sentul Selatan-Kedung halang sepanjang 3,8 kilometer, seksi Kedua Kedung Halang-Simpang Yasmin sepanjang 4 kilometer dan sesi ketiga Simpang Yasmin-Dramaga sepanjang 3,2 kilometer.

Jumlah lajur untuk masing-masing sesi direncanakan 2x2 lajur dan pada tahap selanjutnya akan menjadi 2x3 lajur. Jumlah simpang susun di jalan tol tersebut akan dibangun di tiga lokasi yaitu simpang Susun Yasmin, simpang Susun Kedung Halang dan simpang susun Pangeran Sogiri.

Sedang tipe perkerasan yang digunakan adalah rigid pavement (beton semen) untuk lajur lalu lintas dan flexible pavement (beton aspal) untuk bahu jalan.

Untuk tahap awal yang akan dibangun adalah sesi satu dengan pertimbangan untuk mengurangi kemacetan di pusat Kota Bogor sehingga aksesibilitas menuju Kota dan Kabupaten Bogor dapat lebih meningkat.

Seksi satu ini nantinya akan dibangun at grade (diatas tanah) yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dan Konsultan pengawas oleh PT Indect Internusa sebagai pelaksana konstruksi .

Sementara itu Ade (76) warga sekitar yang rumah kontrakannya masih berdiri mengatakan, rumah dan mushalla tersebut belum dibebaskan. Mungkin, sambungnya, akan di bebaskan pada tahap ketiga.

“Yah sekarang tinggal kami saja yang ada disini seluruh lahan di kampung ini sudah rata. Padahal dulu tanah-tanah ini adalah kuburan semua dan sudah dibebaskan pada tahap kedua,” kata Ade sambil menunjukkan jalan yang sudah rata itu. (Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc0ODk=&click=Mjc=)

Selasa, 02 September 2008

8 Amanah Pemenangan Pemilu


  1. Meningkatkan taqorub pada Allah dan meniatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah semua amal dalam pemenangan pemilu 2009 sebagai ibadah jihad politik.
  2. Meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader da’wah sebagai sumber kekuatan syarat kemenangan
  3. Memekarkan struktur partai sampai seluruh desa agar da’wah dapat menjangkau seluruh jengkal tanah republik yang telah diamanahkan Allah sebagai media da’wah tanpa kecuali
  4. Memperbanayk silaturahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol mereka karena perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka semua.
  5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta pada seluruh warga masyarakat kapan dan dimanapun menerima mereka, karena itu mendekatkan hubungan batin dengan rakyat sekaligus sedekah yang murah dan meriah.
  6. Meningkatkan pelayanan pada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya karena cinta kepada rakyat harus dibuktikan dengan pelayanan yang tulus dan tidak kenal lelah.
  7. Mengunjungi seluruh rumah warga Republik Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati mereka yang mungkin tidak tertulis media atau tidak tersuarakan di parlemen serta mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS dalam pesta rakyat pada pemilu 2009.
  8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis dalam mengusung agenda-agenda perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik.

(Ketua TPPN, M Anis Matta)
Sumber: http://pks-jakarta.or.id/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=735&mode=thread&order=0&thold=0

Underpass Mulai Digunakan Tak Ada Lagi yang Melintasi Rel

KH SHOLEH ISKANDAR – Warga Bogor akhirnya bisa menggunakan underpass setelah menunggu hampir satu tahun. Kemarin, PT Istaka Karya membuka jalur underpass untuk umum, meski masih tahap uji coba.

“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan uji coba pada jalur underpass. Kami ingin melihat dampaknya dengan adanya underpass, apakah bisa mengatasi kemacetan yang terjadi di KH Sholeh Iskandar,” jelas Koordinator Pengerjaan Underpass PT Istaka Karya Budi Suwarno kepada Radar Bogor.

Pada uji coba yang dilakukan kemarin, kemacetan total yang sering terjadi di perempatan Kebonpedes Bojonggede sudah tidak terlihat. Sebagian besar pengendara sudah melewati underpass, meski jalur melalui jalan kereta masih dibuka.

“Ini kan masih percobaan. Jadi, nanti kendaraan tidak akan melewati jalur kereta. Semua pengendara melintasi underpass dan jalan kereta netral. Tapi, pintu kereta tetap digunakan,” jelasnya.

Saat ini, tambah Alfian, pengerjaan underpass memasuki tahap Tak Ada Lagi yang Melintasi Rel
finishing, tinggal meratakan jalan u turn dan pemasangan dinding aluminium. Sedangkan PJU, Istaka Karya memastikan akan beroperasi dalam waktu dekat.

“Sekarang kami sedang memindahkan saluran irigasi ke rel kereta. Saluran irigasi tersebut tidak lagi terbentang di wilayah underpass,” katanya.

Bagaimana komentar pengguna jalan? Sebagian besar pengguna jalan mengaku sangat merasakan manfaat dibukanya underpass kemarin, karena mereka tidak lagi merasakan kemacetan.

“Kendaraan tidak lagi numpuk di jalan kereta, karena underpass sudah bisa dilewati. Jadi, saya bisa menghemat waktu,” jelas seorang pengendara Safri warga Bukit Cimanggu City.

Kendati begitu, ada juga beberapa warga yang masih mengharapkan agar underpass secepatnya rampung total. “Biarpun bisa dilewati, tapi belum tertata. Saya tahu ini cuma uji coba. Tapi, saya harap ke depannya underpass tertata rapi dan sesuai harapan warga Bogor selama ini,” harap pengendara lainnya warga Kebonpedes Rio.

Dengan rampungnya underpass, DLLAJ Kota Bogor sudah menyiapkan skenario rekayasa lalulintas. Kemarin, Kasi Rekayasa Lalulintas Ahmad Mulyadi menjelaskan, ke depan underpass dibagi menjadi dua jalur sebagai lintasan bebas hambatan. Lalulintas di sepanjang Jalan KH Sholeh Iskandar dipastikan lancar, mengingat rekayasa lalulintas sudah disiapkan.

Pertama, jelas pemilik otoritas lalulintas Kota Hujan ini, underpass dibuat dua jalur untuk kendaraan yang melintas dari dua arah berlawanan. Sedangkan dua jalur lainnya untuk kendaraan yang akan berputar menuju Jalan Kebonpedes dan Cilebut.

Meskipun demikian, Mulyadi mengaku belum mendapat laporan resmi dari pengembang PT Istaka Karya mengenai rekayasa lalulintas tersebut. Secara prinsip, rekayasa lalulintas di-underpass sudah dibahas bersama pengembang megaproyek itu.

“Rekayasanya seperti itu, ada lingkaran u turn dekat rel kereta api. Itu untuk kendaraan yang memutar dan bagi yang tidak melintasi underpass. Intinya, tidak ada kendaraan yang melintasi rel kereta api,” bebernya.
Menurut dia, akan ada dialog lebih lanjut dengan PT Istaka Karya mengenai pemberlakuan underpass.

Bila pembangunan benar-benar rampung, rekayasa lalulintas yang sudah direncanakan bisa berjalan sesuai harapan jalan alternatif yang tidak lagi macet.(ren/dra) (Sumber Radar Bogor 2/9/2008 http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc0MzM=&click=ODc=)