SUMERU - PMI Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Kota Bogor tampaknya harus terus melakukan terobosan. Apalagi, stok darah yang selalu krisis, khususnya menjelang Ramadan hingga Lebaran, harus segera disiasati. Dewan mengaku akan terus memberi dukungan kepada PMI UTDC yang berlokasi di Perumahan Indraprasta Kecamatan Bogor Utara itu, asalkan PMI mengkalkulasi kebutuhan yang diperlukan.
Menurut Wakil Ketua DPRD Iwan Suryawan, anggaran yang diberikan oleh pemkot kepada PMI UTDC sifatnya memang hibah. “Tapi segala hal tak ada yang tidak ada solusi, tergantung pengusulan dari mereka,” kata pria yang ditemui Radar Bogor saat berkunjung ke lokasi pemeriksaan haji di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, kemarin.
Buktinya, ketika perlu alat trombosit, dewan menyetujui dan pemkot memberikan anggarannya. “Jadi, jangan khawatir sebab substansinya bagaimana caranya agar persediaan darah tetap ada,” ujar politisi FKS ini.
Selanjutnya, PMI harus memiliki penjadwalan dan meningkatkan program Tegur Sapa. Jadi, setiap pendonor diingatkan kembali untuk mendonorkan darahnya kembali setelah tiga bulan lalu mendonor. “Ada pusat informasi untuk mengingatkan pendonor, sehingga ada perputaran dan pendonor berlangsung kontinu,” kata Iwan.
Kegiatan proaktif bisa juga dilakukan di tempat. Yakni tegur sapa via telepon maupun lewat surat, sehingga pendonor merasa diperhatikan. Ia yakin jika penjadwalan dan tegur sapa dilakukan, maka krisis darah selama Ramadan maupun pasca Lebaran bisa diminimalisir. Tentunya ditunjang dengan sistem pendataan yang baik.
Sebelumnya, Kepala PMI UTDC Kota Bogor dr Rina Damayanti mengaku situasi stok darah tahun ini lebih krisis dibanding tahun lalu. “Kesediaan darah tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu. Bahkan tahun lalu kami tidak keteteran seperti sekarang ini,” katanya.
Meski begitu, bukan berarti pihaknya tak berupaya untuk menggenjot stok darah sebelum Ramadan, mengingat jumlah para pendonor darah saat Ramadan umumnya menurun drastis. “Sudah kami upayakan untuk menyediakan stok darah, tapi kami tidak berhasil mengumpulkan sebanyak tahun lalu,” aku Rina. Ia mengatakan, agar stok donor darah selalu tersedia, pihaknya selalu siaga 24 jam pada saat Ramadan bagi siapa saja yang bersedia mendonorkan darahnya. Demikian juga pada saat Lebaran tiba. “Kami tetap beroperasi, tapi tidak ada pendonornya,” ujarnya. (rtn)
Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk1MzA=&click=Ng==

Tidak ada komentar:
Posting Komentar