Selasa, 12 Oktober 2010

Kader Muda Diunggulkan

BOGOR - Konstelasi politik di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor jelang musyawarah daerah (musda) yang rencananya dihelat awal November mendatang, mulai bergolak. Seperti dikabarkan sebelumnya, sembilan nama akan bersaing menduduki kursi ketua DPD PKS. Yakni, Yocie Gusman, Karnain Asyhar, Ahmadi Sukarno, Kaliman Iman Sasmita, Abuzar, Najamuddin, Dadang Ruchiyana, Dedy Mulyadi dan Dodi Hikmawan.

Dari sembilan nama itu, tiga kader muda disebut-sebut berpeluang besar menduduki kursi nomor satu di PKS. Ketiganya adalah Dadang Ruchiyana, Najamuddin dan Karnain Asyhar. Saat ini, Dadang menjabat Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Bogor, Najamuddin menduduki Ketua Komisi D sedangkan Karnain menjabat Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bogor.

Dadang yang dihubungi Radar Bogor menjelaskan, meski pemilu raya (pemira) internal PKS telah menjaring sembilan nama itu, namun hasilnya belum diketahui.

“Kesembilan nama itu masih rahasia, jadi nama-nama tadi belum pasti. Hanya DPW dan DPP yang tahu, karena semua kader inti dan para pengurus masuk dalam bursa pencalonan,” kata Dadang, kemarin.

Ketika ditanya kesiapannya bila dirinya terpilih menjadi ketua DPD PKS Kota Bogor, Dadang enggan berkomentar. Menurut dia, semuanya memiliki peluang. Namun, ia lebih menjagokan pengurus lama, seperti Yocie dan Karnain. Keduanya dianggap masih layak memimpin PKS ke depan.

“Saya secara pribadi sudah cukup, yang berpengalaman saja kalau masih bisa dilanjutkan, ya lanjutkan kepemimpinan sekarang. Bagi kita, tak ada yang ingin diberikan beban. Tapi, bila sudah diamanahkan, mau bagaimana lagi,” katanya. Pengurus lama, terangnya, berpeluang melanjutkan kepemimpinan PKS Kota Bogor.

Karena mereka yang sudah berhasil membawa dan mengantarkan gubernur, wakil walikota Bogor dan PKS, tetap menjadi dua terbesar di Kota Bogor.

“Karena itu, bagi saya sendiri, di PKS tak ada ambisi. Semuanya adalah amanah dan dari mekanisme syuro. Siapa pun yang masuk nanti akan mendapat dukungan,” terangnya. Dadang menambahkan, tak ada pemilihan lagi pada musda mendatang. Yang ada hanya pengesahan DPW dan DPP, karena pemilihannya sudah dilaksanakan dalam pemilu umum internal.

“Kita ini indah. Kami di PKS bangga dengan mekanisme yang kami pilih. Dengan format ini, kami sudah dididik dengan demokrasi, mekanisme syuro yang kami kedepankan. Itulah ciri khas PKS sebagai partai dakwah,” pungkasnya. (sal)

Sumber: http://radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=62308

1 komentar:

SEkoN mengatakan...

Dukung Mas Karnaen yang jadi Kang Karnaen....eh, naon eta...

Setuju, yang muda yang memimpin...semoga mencontoh kepemimpinan para orang2 sholeh dan para nabi....

SEkoN
www.sekonugroho.com