JAKARTA -- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, dan Menkeu Sri Mulyani
Indrawati menjadi tiga tokoh muda terpopuler berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI)-Johans Polling.
Presiden LRI-Johans Polling, Johan O Silalahi, dalam konferensi pers Polling Nasional "Pemimpin Pilihan Rakyat Menuju Pilpres 2009" di Jakarta, Selasa, mengatakan, dalam survei tersebut, Hidayat dipilih oleh 41,8 persen responden,
Rizal Mallarangeng (13,6 persen), dan Sri Mulyani Indrawati (9,8 persen).
Nama lainnya adalah Sekjen PDIP Pramono Anung (4,9 persen), Presiden PKS Tifatul Sembiring (1,9 persen), Rektor UI Gumilar R Sumantri (1,4 persen), politisi muda Golkar Yuddy Chrisnandi (1,3 persen), pengamat politik Fadjroel Rachman (1,2 persen) dan Sekjen PAN Zulklifli Hasan (1,1 persen).
Sebanyak 2,3 persen responden memilih tokoh-tokoh lainnya, 1,9 persen tidak menjawab dan sebanyak 18,9 persen responden menyatakan tidak tahu.
Dalam survei tersebut juga diketahui bahwa faktor usia tua-muda berpengaruh sebagai pertimbangan rakyat untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden pada Pilpres 2009 mendatang. Sebanyak 54 persen responden menyatakan bahwa usia muda-tua berpengaruh sebagai pertimbangan memilih capres/cawapres dan 46 persen menyatakan faktor usia tidak berpengaruh.
"Satu hal yang pasti, mayoritas responden yakni sebanyak 58 persen memilih capres/cawapres ideal berasal dari usia muda. Artinya, untuk periode 2009-2014 animo masyarakat terhadap pemimpin berusia muda sangat tinggi," kata Johan.
Hal itu, lanjutnya, menjadi ancaman potensial bagi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla atau siapapun yang ingin maju dalam Pilpres mendatang.
Survei dilakukan di 33 provinsi di Indonesia yang meliputi 33 kota dan 99 desa/kelurahan pada 25 Agustus hingga 7 September 2008. Pemilihan sampel responden yang diwawancarai secara tatap muka, menggunakan metode teknik sampling Multi-Stage Cluster (teknik sampling gugus bertahap).
Dari jumlah responden sebanyak 2.400, data yang dinilai absah sebanyak 2.313 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 persen banding 50 persen, dan perbandingan desa dan kota yakni 56 persen dan 44 persen.
Hasil survei atau jajak pendapat tersebut memiliki perkiraan tingkat kesalahan sebesar plus minus 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
SBY teratas
Sementara itu, ketika ditanyakan kepada responden tentang tokoh nasional yang dipilih responden pantas sebagai capres, hasil survei menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono unggul dengan 26,7 persen, disusul Megawati Soekarnoputri 18,7 persen.
Posisi ketiga ditempati Hidayat Nur Wahid 11,3 persen, diikuti Wiranto 7,3 persen, Prabowo Soebianto 6,2 persen, Sri Sultan HB X 4,3 persen, Soetrisno Bachir 2,1 persen, dan lain-lain sebesar 11,8 persen. Sebanyak 10,8 persen menyatakan tidak tahu dan 4,1 persen tidak menjawab.
Sedangkan ketika ditanya siapakah sosok pemimpin yang dinilai baik oleh masyarakat secara umum, mayoritas responden memilih SBY dengan 25,6 persen, diikuti Sri Sultan HB X 22,1 persen, Hidayat Nur Wahid 20,7 persen.
Megawati Soekarnoputri 17,5 persen dan Jusuf Kalla dengan 14,1 persen.
Johan O Silalahi juga menegaskan, survei yang dilakukan lembaganya itu berupaya mengingatkan siapapun pemimpin yang berniat untuk maju dalam Pilpres 2009, hendaknya melihat hasil-hasil survei yang ada. "Kalau berdasarkan survei, popularitasnya tidak bagus, akan lebih baik jika secara 'legowo' memutuskan untuk tidak maju," katanya. ant/is Sumber: http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3321
Selasa, 16 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar