Rabu, 03 September 2008

Pembangunan Tol Bogor Ring Road Digeber

BOGOR - Mega Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road (BRR) yang menghubungkan Sentul-Kota Bogor memasuki babak baru. Kemarin, pembangunan itu sudah memasuki pembangunan fisik pondasi tiang pancang sesi pertama. Sejumlah tiang pancang nampak berjejer panjang di Kampung Selaawi Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara.

Lahan yang sempat ramai diperdebatkan itupun kini sudah rata dengan tanah, hanya ada dua rumah dan satu bangunan mushala yang masih berdiri ditengah-tengah pengerjaan mega proyek tersebut.

Tiga bangunan itu disebut-sebut belum dibebaskan karena menunggu pembebasan tahap kedua. Sementara disisi kanan dan kirinya puluhan alat berat beroperasi mengerjakan pembangunan tiang-tiang pancang tersebut.

Sore kemarin, para pekerja PT Adhi Karya (Persero) terus menggeber pengerjaan tahap pertama. Beberapa tiang pancang penahan jalan tol yang akan dibangun masih dalam pengerjaan pondasi tapi ada juga sudah setengah berdiri.

Jalan Tol sepanjang 11 kilometer yang dibagi menjadi tiga seksi itu terus digeber. Sesuai rencana pembangunan jalan tersebut terbagi menjadi beberapa sesi.

Sesi pertama dari Sentul Selatan-Kedung halang sepanjang 3,8 kilometer, seksi Kedua Kedung Halang-Simpang Yasmin sepanjang 4 kilometer dan sesi ketiga Simpang Yasmin-Dramaga sepanjang 3,2 kilometer.

Jumlah lajur untuk masing-masing sesi direncanakan 2x2 lajur dan pada tahap selanjutnya akan menjadi 2x3 lajur. Jumlah simpang susun di jalan tol tersebut akan dibangun di tiga lokasi yaitu simpang Susun Yasmin, simpang Susun Kedung Halang dan simpang susun Pangeran Sogiri.

Sedang tipe perkerasan yang digunakan adalah rigid pavement (beton semen) untuk lajur lalu lintas dan flexible pavement (beton aspal) untuk bahu jalan.

Untuk tahap awal yang akan dibangun adalah sesi satu dengan pertimbangan untuk mengurangi kemacetan di pusat Kota Bogor sehingga aksesibilitas menuju Kota dan Kabupaten Bogor dapat lebih meningkat.

Seksi satu ini nantinya akan dibangun at grade (diatas tanah) yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dan Konsultan pengawas oleh PT Indect Internusa sebagai pelaksana konstruksi .

Sementara itu Ade (76) warga sekitar yang rumah kontrakannya masih berdiri mengatakan, rumah dan mushalla tersebut belum dibebaskan. Mungkin, sambungnya, akan di bebaskan pada tahap ketiga.

“Yah sekarang tinggal kami saja yang ada disini seluruh lahan di kampung ini sudah rata. Padahal dulu tanah-tanah ini adalah kuburan semua dan sudah dibebaskan pada tahap kedua,” kata Ade sambil menunjukkan jalan yang sudah rata itu. (Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTc0ODk=&click=Mjc=)

Tidak ada komentar: