Selasa, 16 September 2008

Kasus DBD Mulai Turun, Diimbau Tetap Waspada

PAJAJARAN - Kota Bogor mulai diguyur hujan lagi. Meski intensitasnya tidak tinggi tapi cukup untuk memberi ruang nyamuk berkembang biak. Meski begitu, data dari rumah sakit, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) belum mengalami peningkatan berarti.

Seperti jumlah pasien di RS PMI. Pasien DBD yang terdata sejak Juni terus mengalami penurunan. Pada Juni ada 67 kasus, Juli 48 kasus, Agustus 42 kasus, dan hingga 10 September tercatat baru ada 10 penderita DBD.

Kendati demikian, Ketua tim surveilans RS PMI Habib Priyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kasus DBD mulai meningkat di bulan Oktober sampai Desember. “Jadi untuk saat ini sepertinya belum ada peningkatan jumlah penderita DBD yang cukup signifikan. Musim hujannya belum datang. Kalaupun turun hujan itupun tak tiap hari. Sekalipun turun hujan tinggi sekali (deras),” terangnya. Pada akhirnya, tak memberi kesempatan nyamuk untuk berkembang biak.

Maka dari itu, Habib mengimbau masyarakat untuk senantiasa melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan hidup bersih dan sehat di lingkungannya.

Ia mengatakan untuk tahun ini kasus DBD tak setinggi tahun lalu. Walaupun begitu, RS PMI tetap waspada. “Kami sudah siap veltbed untuk berjaga-jaga kalau jumlahnya meningkat. Tapi sejauh ini masih bisa tertangani dan ruangannya cukup,” katanya.

Senada dengan Habib, Kepala UGD RSMM Pudji Hartini mengatakan sejak Agustus penderita DBD mengalami penurunan. “Justru pada bulan tersebut lebih banyak penderita diare,” katanya. Adapun kasus DBD yang ditangani di RSMM sejak Januari tercatat 70 kasus, Februari 108 kasus, Maret ada 108 kasus, April 103 kasus, Mei 128 kasus, Juni 115 kasus, Juli 141 kasus, dan Agustus 85 kasus.

Tapi, Pudji memprediksikan jumlahnya akan meningkat bulan ini. Mengapa? “Saya melihatnya dari cuaca. Karena belakangan ini Kota Bogor kembali diguyur hujan,” ujar Pudji.

Disamping itu, sambung wanita berkerudung ini, penderita umumnya datang dengan jumlah trombosit 60 atau dibawah jumlah trombosit normal. Ia mengaku RSMM senantiasa siap siaga menampung para pasien DBD. Tentunya, tetap disesuaikan dengan kapasitas ruangan. “Selama ini kami selalu berkordinasi dengan rumah sakit lain. Jika tidak tertampung di RSMM kami rujuk ke rumah sakit lain. Atau kami laporkan ke Dinkes. Meski begitu, sampai saat kami masih bisa menampung,” pungkasnya. (rtn) Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTgzMjU=&click=MA==

Tidak ada komentar: