PAJAJARAN - Arus mudik Lebaran mulai terlihat di Terminal Baranangsiang. Kemarin, kesibukan mewarnai terminal. Ruang tunggu dipadati para penumpang yang akan pulang kampung.
Tampak penumpang hilir mudik dengan barang bawaan yang cukup banyak. Beberapa bahkan memikul barang bawaan yang menumpuk berkarung-karung dan koper-koper besar. Meski dinilai lonjakan penumpang belum signifikan, namun suasana arus mudik dan tumpukan barang bawaan terus memadati terminal itu.
Salah satu bus lintas provinsi misalnya, bus tersebut padat penumpang dari mulai orang dewasa hingga anak-anak. Tumpukan barang bawaan para penumpang menumpuk hingga menggunung di atap bus karena bagasi bus sudah penuh.
Para orangtua yang membawa anak-anak di bawah umur terpaksa harus bersabar menggendong anak-anak mereka. Di balik kaca bus anak-anak itu terlihat stres. Keringat terus mengucur dan tangisan pun menggema.
Ya, itu adalah suasana di salah satu bus ekonomi PT Antar Lintas Sumatera yang siap diberangkatkan dari Terminal Baranangsiang menuju Pulau Sumatera.
Pengelola Terminal Baranangsiang mencatat belasan ribu penumpang naik turun di terminal tersebut.
Data 14.782 Penumpang Sehari yang tercatat sejak pukul 08:00 hingga 18:00 WIB tertanggal 26 September, jumlah penumpang yang naik bus di terminal sebanyak 14.782.
“Data ini kami rekap setiap hari sebagai laporan dan evaluasi, ini belum signifikan,” kata salah satu staf pengelola Terminal Baranangsiang.
Sementara itu, Kepala Terminal Baranangsiang Daden Hidayat menjelaskan, persiapan-persiapan terus dilakukan, seperti mempersiapkan bus-bus cadangan untuk wilayah Jawa dan Sumatera, pos informasi dan kesehatan.
Terminal, kata dia, sudah mempersiapkan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP). Jenis bus sudah dipersiapkan sebanyak 233 dan mikrobus sebanyak 133 armada. Sedangkan untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) berjenis bus sebanyak 124 dan mikrobus 184 armada.
“Kami juga mempersiapkan bus cadangan sebanyak 82 armada. Bus-bbus itu untuk mengantisipasi bila ada lonjakan penumpang ke wilayah jauh, seperti Jawa dan Sumatera atau lainnya,” urainya.(dra) SumBer: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTkxMDI=&click=MTcz
Selasa, 30 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar