Rabu, 03 September 2008

WIRID WANITA DI GERBONG AC-EKONOMI

Pagi ini, suasana gerbong KRL AC-Ekonomi Bogor-Jakarta tidak banyak berbeda dengan hari-hari biasanya. Sebagian penumpang duduk nyaman di bangku kereta yang berbusa. Penumpang lainnya ada yang berdiri bergantungan, sebagian lainnya menggelar kertas koran untuk duduk di sekitar pintu gerbong kereta yang tak terbuka.

Penumpang yang duduk di bangku, sebagian bercakap-cakap dengan penumpang disebelahnya. Sedikit yang sibuk membaca dan membolak-balik halaman koran yang dibelinya sebelum naik kereta. Sebagian lagi ada yang tertidur pulas sepanjang perjalanan, mungkin karena semalaman menyibukkan diri untuk tadarus al-Quran dan shalat malam. Ia efektifkan waktunya untuk istirahat di kereta .

Sejenak mata tertegun melihat pemandangan yang tak biasanya terlihat. Sepasang mata yang melempar pandangan ke salah satu pinggir gerbong dekat pintu yang tertutup, tampak seorang wanita muda berkaos coklat lengan panjang, tak berkerudung sedang memegang 'buku saku' yang berukuran mungil. Terlihat bibirnya bergerak melafadzkan kalimat-kalimat dzikir.

Terbaca dari sampul buku mungil itu, wirid ma'tsurat. Subhaanallah... Suasana kereta tidak menghalanginya untuk tetap melanggengkan bacaan dzikir yang dicontohkan Rasulullah SAW. Nampaknya, wanita tak berjilbab itu menginginkan waktu Ramadhannya produktif dengan membasahi lidahnya dengan dzikir (mengingat Allah SWT). "Dan hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.." (QS Al-Ra'du: 28).

S
emoga kita mampu membiasakan diri untuk membaca wirid harian agar kita semakin dekat dengan Allah SWT. Kedekatan kita denganNya akan mendatangkan berbagai kemudahan dan pertolongan dalam setiap langkah perjuangan yang kita upayakan. Semoga. Amin.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Subhanallah.. yang ga tarbiyah aja seperti itu, mestinya yg tarbiyah harus lebih dari itu. Mestinya di ajak ngaji aja pak :) Ramadhan Mubarak!